Puluhan Hektare Sawah di Desa Bhera Sikka Terancam Gagal Panen

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

MAUMERE — Puluhan hektare sawah yang berada di desa Bhera kecamatan Mego kabupaten Sikka terancam kekeringan dan gagal panen akibat debit air dari Kaliwajo menurun drastis. Untuk pengairan, warga terpaksa berebut menyumbat saluran dan mengalirkannya ke areal sawah miliknya.

Martinus Maju, kader tani Wahana Tani Mandiri (WTM). Foto : Ebed de Rosary

Hal ini disampaikan beberapa petani dusun Tanalin desa Bhera kecamatan Mego kabupaten Sikka kepada Cendana News yang menemuinya di areal persawahan, Senin ( 29/7/2019 ). Bahkan beberapa hamparan sawah tanahnya mulai retak.

“Memang debit air dari kali Kaliwajo menurun drastis akibat kekeringan. Akibatnya, petani harus berusaha sendiri menyumbat saluran air lainnya dan membuka saluran air yang mengalir menuju areal persawahan mereka,” sebut Martinus Maju, kader tani Wahana Tani Mandiri (WTM).

Kalau petani tidak pergi menyumbat air, kata Tinus sapaannya, sawah pasti kering dan padinya mati.

“Tiap hari petani pergi sumbat air siang atau malam hari.Tidak ada pembagian jatah air, pokoknya siapa yang kerja dia dapat air. Kalau dulu air mengalir lancar jadi petani tidak repot seperti sekarang ini “ ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Elvin dan Romana Pada yang ditemui di areal persawahan. Dikatakan Elvin, kadang petani harus begadang ( mete ) jaga air di saluran.

Kalau banyak orang yang membutuhkan,tambah Elvin, biasanya aliran air ke sawah dijatah dengan melakukan buka tutup sesuai kesepakatan berapa jam setiap orangnya.

“Petani yang memiliki lahan sawah yang terletak di deretan belakang tentunya susah dapat air sehingga mereka harus sering begadang dan rajin kontrol ke saluran,” tuturnya.

Biasanya sambung Romana, petani yang areal sawahnya berada di barisan depan yang dilewati saluran air suka malas untuk begadang membuka aliran air di saluran.

“ Kami sumbat saluran pakai batang padi, daun pisang atau batang pisang. Kalau tidak begitu dua tiga hari saja air di lahan sawah sudah kering. Apalagi kalau padi masih kecil, lama dapat air padinya bisa kering dan mati “ sebut Romana.

Desa Bhera merupakan salah satu daerah di kecamatan Mego yang petaninya memiliki lahan sawah. Wilayah desa ini yang berada di jalur air Kaliwajo membuat petani mudah mendapatkan air.

“Mungkin karena kemarau tahun ini lebih parah. Sejak bulan Mei saja sudah tidak turun hujan.Meskipun cuaca lebih dingin namun kemarau panjang membuat debit air di mata air pun menurun,” kata Tinus.

Lihat juga...