PSM Tamanmartani Bantu Lansia Terlantar Lewat Gerakan Rp100

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Keberadaan Pekerja Sosial Masyarakat (PSM) ikut berkontribusi besar dalam meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat di Desa Mandiri Lestari Tamanmartani Kalasan Sleman Yogyakarta yang merupakan desa binaan Yayasan Damandiri.

Salah satu contoh program terobosan PSM Tamanmartani yang berjalan saat ini adalah Tamanmartani Peduli. Program di bidang sosial ini aktif membantu warga Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) seperti lansia terlantar.

Melalui program yang disebut ‘One Day One Hundred‘, PSM di desa Tamanmartani, berupa mengumpulkan dana swadaya masyarakat untuk digunakan membantu para lansia miskin terlantar di desa ini. Bantuan diberikan dalam bentuk makanan setiap hari.

One Day One Hundred adalah program dimana kita mengajak setiap warga agar menyumbang uang Rp100, setiap hari, untuk dikumpulkan guna membantu para lansia. Dari program ini kita bisa mendapatkan dana Rp2 juta per hari,” kata salah seorang PSM Tamanmartani, yang juga Pelaksana program Desa Mandiri Lestari Tamanmartani, Maimunah.

Maimunah mengatakan, dana swadaya masyarakat yang terkumpul baik dari warga biasa maupun para pengusaha itu, diberikan kepada sebanyak 60 lansia di desa Tamanmartani. Berupa satu porsi makanan sehat setiap hari, untuk tambahan gizi lansia.

“Jadi dana yang terkumpul kita belikan makanan sehat. Makanan itu setiap hari kita antar ke rumah-rumah pada lansia, dengan bekerjasama dengan karang taruna. Setiap hari para lansia mendapatkan bantuan makanan 1 porsi,” katanya.

Meski belum mampu menjangkau seluruh lansia di desa Tamanmartani, namun program tersebut dinilai menjadi salah satu bentuk kontribusi dan kepedulian masyarakat dalam membantu sesama. Terlebih tidak semua bantuan sosial dari pemerintah yang menjangkau hal semacam ini.

“Tujuan kita adalah meningkatkan peran masyarakat. Memang program bantuan sosial dari pemerintah saat ini sudah banyak seperti misalnya PKH. Namun bantuan itu belum menjangkau semua kebutuhan lansia. Karena itu lah kita berupaya menjangkaunya,” katanya.

Sebagai inisiator program One Day One Hundred, Maimunah mengaku pertama kali menemukan ide tersebut saat sedang mengantarkan anaknya. Di tempat itu ia melihat seorang anak kecil, yang membuang uang receh hasil kembalian, atas persetujuan orang tuanya. Padahal tak jauh dari lokasi ada seorang lansia terlantar yang membutuhkan bantuan.

“Dari situ hati saya tergerak untuk mengajak warga mengumpulkan uang receh untuk membantu lansia terlantar di desa. Walaupun uang receh, tapi jika dikumpulkan, akan banyak, dan bisa digunakan membantu sesama. Kenapa kita pilih makanan, karena selama ini belum ada program pemerintah yang memerikan makanan setiap hari seperti itu,” ungkapnya.

Atas program yang sangat inovatif dan inspiratif inilah PSM Tamanmartani, pun ditunjuk mengikuti ajang lomba antar PSM tingkat desa se DIY mewakili Kabupaten Sleman.

Lihat juga...