Mikroalga Ternyata Bisa Awetkan Buah-Buahan

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

YOGYAKARTA — Mengandung berbagai macam vitamin dan mineral yang penting bagi tubuh, buah-buahan sangat baik untuk dikonsumsi. Namun sayang, beberapa buah memiliki kelemahan mudah busuk sehingga tidak dapat didistribusikan secara luas karena nutrisinya sudah jauh berkurang dari saat panen.

Hal ini menyebabkan terbatasnya jumlah dan variasi nutrisi yang didapatkan dari buah. Sementara upaya untuk mengatasi masalah tersebut selama ini dilakukan dengan coating (pelapis) konvensional yang terbuat dari lilin. Padahal cukup berbahaya bagi tubuh bila terus menerus dikonsumsi.

Menjawab tantangan itulah tiga mahasiswa UGM yaitu Renata Adaranyssa Egistha Putri dan Ni Made Sri Winasti dari Fakultas Biologi, serta Muhammad Toha Tulus Dharmawan dari Fakultas Teknologi Pertanian jurusan Teknologi Pangan dan Hasil Pertanian, berinovasi untuk mengembangkan Lapisan Pengawet Buah atau edible coating dari bahan mikroalga.

Memanfaatkan mikroalga jenis Scenedesmus sp. dan Chlorella sp, mereka melakukan pengujian lapisan pengawet pada stroberi. Buah yang diberi perlakuan edible coating, dapat bertahan sampai empat hari pada suhu ruang dan sepuluh hari pada suhu rendah.

“Hal ini menunjukkan edible coating dapat meningkatkan umur simpan buah dibandingkan buah stroberi tanpa edible coating yang hanya dapat bertahan hingga dua hari,” ujar Renata.

[Dari kanan] Tiga mahasiswa UGM, Renata Adaranyssa Egistha Putri, Ni Made Sri Winasti, serta Muhammad Toha Tulus Dharmawan (ist)
Renata menuturkan pihaknya sengaja memilih mikroalga sebagai bahan edible coating karena tidak mengganggu ketahanan pangan dibandingkan edible coating konvensional yang menggunakan bahan-bahan seperti singkong sebagai bahan dasarnya.

“Mikroalga mudah dikembangbiakkan dan dapat lebih cepat untuk tumbuh. Kami juga ingin memberikan kesadaran pada masyarakat bahwa mikroorganisme itu tidak semuanya jahat, ada, bahkan banyak yang dapat berguna bagi kehidupan,” ujar Renata baru-baru ini.

Penelitian yang menjadi bagian dari Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penelitian Eksakta Tahun 2018 dan mendapatkan dana hibah pengembangan dari Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti ini pun dinilai akan mampu mengenalkan peran mikroalga secara lebih jauh ke masyarakat.

“Kita harapkan penelitian ini juga dapat membantu petani dan pedagang buah untuk meningkatkan omzetnya, serta meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mengonsumsi buah,” ujar Dr. Eko Agus Suyono, M.App.Sc. selaku pembimbing dari tim PKM ini.

Lihat juga...