Debu Karhutla Menyebar, PMI Kalteng Bagikan 6.000 Masker Gratis

Ilustrasi - Warga mengenakan masker saat kabut asap - Foto Antara

PALANGKA RAYA – Palang Merah Indonesia Provinsi Kalimantan Tengah bersama PMI Kota Palangka Raya, membagikan 6.000 masker kepada masyarakat di daerah tersebut, Kamis (25/7/2019).

Pembagian masker secara gratis kepada masyarakat dilakukan di  beberapa titik di kawasan Bundaran Kecil Palangka Raya. Masker tersebut, untuk membantu mengatasi dampak partikel debu akibat dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

“Paling tidak apa yang kami lakukan untuk mengurangi serta mencegah masyarakat kita terserang penyakit infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) akibat asap kebakaran hutan dan lahan,” kata Sekretaris PMI Kalteng, Siti Nafsiah, Kamis (25/7/2019).

Pembagian masker dilakukan, setelah melihat kondisi Kota Palangka Raya menjelang sore hari selalu diselimuti asap tipis. Asap bercampur debu kebakaran lahan itu, bisa memicu penyakit pernafasan.

Sementara, aktivitas masyarakat setempat pada sore hari juga lumayan padat. Maka dari itu, PMI membagikan masker agar masyarakat mengurangi menghirup debu ataupun asap kebakaran hutan dan lahan yang berterbangan di udara di daerah itu. “Jadi masker yang dibagikan tersebut terdiri dari 3.000 dari PMI Kota Palangka Raya dan sisanya dari PMI Provinsi Kalteng,” jelasnya.

Kegiatan tersebut akan digalakkan oleh PMI dengan melihat perkembangan kondisi di Kota Palangka Raya. Jika masih diselimuti asap seperti sekarang ini, maka pembagian masker akan dilanjutkan kembali.

PMI Kalteng akan meminta lebih banyak lagi masker kepada PMI pusat bidang logistik, untuk memberikan masker lebih banyak sehingga bisa dibagikan kepada masyarakat.

“Semoga saja bencana alam karhutla berakhir dan kami tidak perlu meminta ke pusat menambah masker yang akan dibagikan secara gratis ke masyarakat seperti saat ini,” ungkapnya.

Nafsiah menambahkan, apabila masyarakat ingin meminta masker secara gratis, bisa mendatangi kantor PMI Kota Palangka Raya atau PMI Kalteng. “Selagi ada akan kami berikan, tetapi kalau sudah habis, kami tentunya tidak bisa memberikan kepada masyarakat. Namun stok masker masih banyak di kantor kami,” pungkasnya. (Ant)

Lihat juga...