Pingsan dan Gangguan Kesehatan, Warnai Arus Balik di Bakauheni
Editor: Mahadeva
LAMPUNG – Arus balik Idul Fitri 2019 di Pelabuhan Bakauheni diwarnai pemudik pingsan. Seorang pemudik asal Cilegon, Banten tujuan Lampung Tengah, bernama Anggraeni Yulia, terpaksa dibawa ke posko kesehatan pelabuhan karena pingsan.
Pemudik wanita tersebut dibawa oleh personil TNI AL yang berada di pintu keluar penumpang pejalan kaki. Anggraeni Yulia pingsan di dekat terminal kedatangan pelabuhan Bakauheni, dan petugas kesehatan langsung melakukan penanganan.
Menurut pengakuan sang adik, Adit, kakaknya mengalami kelelahan. Saat berada di atas kapal dermaga dua, sang kakak sempat mengalami mual. Namun, setelah kondisi membaik bisa melanjutkan perjalanan ke tempat tujuan. Penanganan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan, sudah diantisipasi oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bakauheni dan Dinas Kesehatan Lampung Selatan.

Dimas Angga, petugas jaga posko kesehatan KKP menyebut, kejadian penumpang pingsan kerap terjadi saat angkutan lebaran. Sebagai antisipasi, sejak 12 hari sebelum Idul Fitri, sudah disiagakan tujuh petugas medis, paramedis, dan 2 petugas dari Puskesmas.
“Selain petugas kesehatan dipersiapkan obat obatan juga ambulans yang dipergunakan untuk merujuk pemudik yang memerlukan penanganan kesehatan lebih lanjut,” terang Dimas Angga saat dikonfirmasi Cendana News, Kamis malam (6/6/2019).
Hingga memasuki satu hari setelah lebaran (H+1) posko kesehatan di Pelabuhan Bakauheni, sudah memeriksa ratusan pemudik yang mengalami gangguan kesehatan. Berdasarkan data, pemudik yang mengalami gangguan kesehatan ada 105 orang. Gangguan kesehatan yang dialami pemudik diantaranya, infeksi saluran pernafasan atas (Ispa), kelelahan (fatigue), pusing (chepalgy), gangguan pencernaan dan gangguan kesehatan dalam perjalanan.
Kapal ferry, kerap membuat pemudik alami mabuk perjalanan (motion sickness). “Pemudik yang alami gangguan kesehatan langsung ditangani sebagai upaya pertolongan pertama, jika perlu dirujuk segera dirujuk,” ujar Dimas Angga.
Pemudik yang akan melakukan perjalanan, diminta selalu menjaga kondisi fisik. Saat melakukan perjalanan pemudik dianjurkan sarapan, membawa bekal, membawa minum serta obat-obatan. Pemudik juga dianjurkan tidak makan sembarangan, atau menerima makanan dan minuman dari orang asing selama di perjalanan. Bagi pemudik dengan kendaraan, istirahat cukup mencegah potensi kecelakaan.
Berdasarkan total data angkutan lebaran PT ASDP indonesia Ferry cabang Bakauheni di 2019, sepekan hingga hari raya lebaran, tercatat ada 338.631 penumpang diseberangkan dari Bakauheni ke Merak.