Pemudik asal Sumatera Kembali ke Jawa, 17 Persen

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Memasuki hari ketiga setelah lebaran Idul Fitri 1440 H/2019 pemudik asal Sumatera tujuan Jawa melalui Bakauheni terus meningkat.

Sesuai data posko angkutan lebaran pelabuhan Bakauheni tercatat sebanyak 153.817 penumpang atau 17 persen orang yang sudah kembali ke pulau Jawa. Jumlah tersebut tersebut merupakan jumlah penumpang pejalan kaki dan dalam kendaraan.

Peningkatan arus balik dari pulau Sumatera ke pulau Jawa diakui oleh Ira Puspadewi, Direktur Utama PT ASDP Inonesia Ferry. Jumlah pemudik yang sudah kembali sekitar 17 persen tersebut meliputi sebanyak 129.456 penumpang dalam kendaraan, 24.361 penumpang pejalan kaki. Sesuai data tersebut tercatat sebanyak 748.861 penumpang belum kembali ke pulau Jawa.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry, Ira Puspadewi – Foto: Henk Widi

Jumlah pemudik yang sudah kembali tersebut sesuai dengan jumlah penumpang ke Bakauheni saat arus mudik sebanyak 902.678 orang.

Jumlah tersebut tercatat sesuai data sejak 29 Mei 2019 hingga 5 Juni 2019. Selain penumpang tercatat masih banyak pemudik kendaraan roda dua asal Sumatera yang sudah kembali ke Pulau Jawa mencapai 11.328 unit.

“Kepadatan arus balik di pintu masuk pelabuhan Bakauheni terjadi karena memasuki hari ketiga lebaran bertepatan dengan akhir pekan menyebabkan antrian di loket pembelian tiket,” ungkap Ira Puspadewi saat ditemui Cendana News di pelabuhan Bakauheni, Sabtu (8/6/2019).

Selain kendaraan roda dua yang belum kembali, tercatat jumlah kendaraan roda empat yang sudah kembali ke Jawa mencapai 19.906 unit. Memperhitungkan jumlah pemudik asal Jawa yang turun ke Sumatera berjumlah 110.416 unit.

Sesuai data tersebut tercatat sebanyak 90.510 unit kendaraan roda empat atau sebanyak 18 persen kendaraan roda empat belum kembali.

Sebagai langkah untuk memperlancar arus balik lebaran 2019 PT ASDP Indonesia Ferry menerapkan sistem digitalisasi tiket.

Digitalisasi tiket bertujuan untuk memudahkan pencatatan sistem manifest penumpang. Sebagai upaya untuk memudahkan pengguna jasa sosialisasi yang telah dilakukan kepada masyarakat yang akan menyeberang ke pulau Jawa.

“Sistem digitalisasi sudah mulai diterapkan sejak tahun lalu dan penyempurnaan terus dilakukan,” ujarnya.

Saat arus balik lebaran yang diprediksi akan berlangsung secara bertahap, ASDP mengimbau masyarakat melakukan persiapan. Persiapan tersebut diantaranya uang elektronik dan KTP Elektronik.

Penyiapan uang elektronik dilakukan menggunakan bank Mandiri, BRI, BNI dan BTN. Bagi masyarakat diimbau menyiapkan saldo uang cukup agar tidak terhambat di loket penjualan tiket kendaraan.

Penggunaan uang elektronik di pintu masuk pelabuhan Bakauheni membuat penjualan uang elektronik meningkat.

Sukirno, salah satu penyedia uang elektronik – Foto: Henk Widi

Sukirno, salah satu penyedia penjualan uang elektronik menyebut dalam sehari bisa menjual sekitar 800 keping uang elektronik Tapcash BNI. Selain membeli kartu baru, sebagian pemudik yang sudah memiliki uang elektronik melakukan proses isi ulang (top up).

Penjualan uang elektronik dilakukan dua kilometer dari pelabuhan Bakauheni tepatnya di pasar Bakauheni.

Lihat juga...