Pemkab Sabu Raijua Terima Bantuan 20 Hektare Lahan Garam
KUPANG – Pemerintah Kabupaten Sabu Raijua, Provinsi Nusa Tenggara Timur, mendapatkan bantuan pengembangan garam dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) seluas 20 hektare, untuk digarap pada tahun ini.
“Sekarang sedang persiapan untuk mulai digarap,” kata Bupati Sabu Raijua, Nikodemus Rihi Heke, ketika dihubungi dari Kupang, Jumat (7/6/2019).
Ia mengatakan, lahan pengembangan garam ini telah disiapkan secara terpusat pada satu titik lokasi, dan dikerjakan bersama masyarakat setempat.
Hasil pengembangan garam ini, lanjut dia, nantinya akan disalurkan untuk menambah pasokan produksi garam dari NTT dalam rangka memenuhi kebutuhan secara nasional.
“Memang, 20 hektare ini tidak terlalu banyak, tapi nanti bisa ditambah produksi lainnya di daerah kami yang selama ini sudah digarap,” katanya.
Nikodemus mengakui, pengembangan garam sudah menjadi salah satu fokus utama pemerintah provinsi setempat. Untuk itu, pihaknya siap mendukung pasokan melalui pemanfaatan lahan potensial di daerah setempat.
Sebelumnya, Gubernur NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, mengemukakan, dirinya optimis NTT akan menjadi penyumbang utama kebutuhan garam secara nasional.
Ia menyebut, sejumlah daerah potensial penghasil garam seperti Kabupaten Malaka dan Kabupaten Kupang, mencapai hingga 8.000 hektare.
“Jika 8.000 hektare itu dikelola dengan baik, maka akan menghasilkan 1,5 juta metrik ton garam. Inilah yang membuat NTT akan menjadi daerah yang hebat karena produksi garamnya,” katanya.
Jumlah tersebut, kata dia, belum termasuk dengan kawasan tambak garam lain di kabupaten lainnya, seperti di Timor Tengah Selatan, Timor Tengah Utara, Nagekeo, serta Rote Ndao. (Ant)