Material Longsor di Jalinsum Akibatkan Kecelakaan Lalu Lintas Pemudik

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

LAMPUNG — Hujan deras yang melanda wilayah Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel) menyebabkan longsor di dua titik tepatnya di Kilometer 2 dan Kilometer 3. Kendaraan minibus bernomor polisi B 4948 BE dan kendaraan roda dua bernomor polisi BE 1831 ER terpelanting akibat ketebalan lumpur sekitar 40 cm yang menimbun jalan.

Mustakin, pemudik asal Lampung Tengah. Foto: Henk Widi

Pengemudi minibus yang enggan disebut namanya menyebutkan, kendaraannya dalam kecepatan rendah, namun akibat ban pecah dan kondisi jalan licin membuat kendaraan oleng. Mobil yang melaju di sisi kiri Jalinsum dari arah Kampung Jering bahkan menabrak tiang telepon hingga roboh.

Pengemudi menyebut mobil miliknya mengalami kerusakan pada bagian bumper depan serta pintu. Beruntung ia hanya mengalami luka ringan pada bagian tangan. Kendaraan yang sempat menabrak tiang telepon masih bisa ditepikan pada lokasi aman tepat berada dekat lokasi kecelakaan.

“Jalan sangat licin akibat material longsor ditambah kondisi ban pecah mengakibatkan kendaraan oleng,” terangnya saat ditemui Cendana News, Jumat dini hari (7/6/2019)

Ketebalan material lumpur imbas longsor di bukit kawasan Way Baka Bakauheni sangat membahayakan kendaraan. Mustakin, pemudik asal Jakarta tujuan Lampung Tengah. Pemudik dengan motor bernomor polisi BE 1831 ER terpelanting ke bahu jalan.

Mustakin yang baru turun dari kapal di pelabuhan Bakauheni mengatakan, dari arah berlawanan sebuah mobil melaju dengan kencang. Tidak adanya tanda peringatan pada lokasi longsor membuat ia terjungkal. Penumpang yang dibonceng pada bagian belakang bahkan sempat terjatuh meski beruntung karena hanya mengalami luka memar.

“Kondisi pantulan cahaya dari mobil berlawanan membuat saya tidak fokus pada kondisi jalan yang dipenuhi lumpur sehingga kendaraan terbanting,” terang Mustakin.

Kondisi titik Jalinsum yang tertimbun material lumpur langsung diberi tanda peringatan oleh pemuda setempat. Imam, salah satu pemuda Kelawi menyebut bersama rekannya memberikan tanda peringatan berupa papan dan penyangga dari jeriken.

“Sudah banyak kendaraan alami kecelakaan di lokasi ini karena material tanah merah sangat licin, pada malam hari lebih berpotensi membahayakan,” ungkapnya.

Imam menyebut selain di KM 3 longsor juga terjadi di KM 2 Bakauheni. Pada lokasi longsor oleh material tanah di KM 3 ia menyebut tidak ada saluran drainase berimbas saat hujan air bercampur lumpur menimbun badan jalan. Sebaliknya pada lokasi longsor di KM 2 tepatnya di depan Rumah Makan Ibu Wawan terdapat drainase yang menghambat material longsor menutupi jalan.

Hujan deras berimbas material longsor juga mengakibatkan akses jalan warga dari Dusun Way Apus ke Kenyayan tertimbun lumpur. Sejumlah kendaraan yang melintas bahkan sempat terjebak lumpur dengan ketebalan sekitar 40 cm. Warga yang melintas di underpass jalan tol trans Sumatera bahkan memilih melintas melalui jalan lain. Hujan deras berimbas meluapnya air selokan membawa material sampah berimbas jalan nasional tersebut dipenuhi sampah.

Lihat juga...