Khatib: Angkutan Lebaran Momen Jihad Melayani Pemudik
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Bertugas melayani pemudik menjadi momen jihad bagi pekerja di pelabuhan Bakauheni, Lampung. Jihad dalam konteks membela jalan Allah melayani sesama salah satunya rela meninggalkan kepentingan pribadi, keluarga demi tugas mulia. Demikian diungkapkan ustad Ahmad Jaelani saat memberi khutbah pada shalat Idul Fitri 1440 H/2019 di area parkir dermaga 2.
Sebagai pesan Idul Fitri bagi ratusan pekerja yang masih menyempatkan ikut Shalat Ied, ustadz asal Tangerang itu menekankan agar umat muslim melakukan hal-hal positif dalam kehidupan sehari-hari.
“Kunci untuk selalu bertaqwa dan berada di jalan Allah diantaranya takut kepada Allah, mencari jalan berbuat baik dan jihad menjaga kestabilan lingkungan dalam setiap tugas dan kewajiban yang diemban,” ungkap Ustad Ahmad Jaelani saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni, Rabu (5/6/2019)
Sejumlah pekerja pelabuhan yang masih siaga saat hari raya Idul Fitri disebutnya merupakan bagian dari jihad itu sendiri.
Ustad Ahmad Jaelani menyebut membantu di jalan Allah pada hakekatnya bisa dimaknai sebagai jihad karena berperang melawan egoisme diri.
“Para pemudik memiliki misi mulia berkumpul bersama keluarga dalam tali silaturahmi dan dilancarkan oleh petugas pelabuhan sebagai bagian perjuangan di jalan Allah,” beber Ahmad Jaelani.
Sebagai sebuah kerelaan yang paling tinggi, sejumlah pekerja pelabuhan bahkan di antaranya mengorbankan hari raya untuk melayani sesama. Pekerjaan yang dilakukan dengan niat tulus hanya karena Allah tersebut akan menjadi pahala yang berguna bagi kehidupan para pekerja.
“Tetap jaga silaturahmi dan tebarkan nilai nilai kebaikan bagi sesama dan menjadi berkah khususnya melayani masyarakat saat arus mudik dan balik,” tegas Ahmad Jaelani.

Sementara itu Hasan Lessy, General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni menyebutkan sebagai pimpinan perusahaan BUMN di bidang transportasi laut, merayakan Idul Fitri di pelabuhan merupakan pengalaman pertama kali. Meski hari raya Idul Fitri pelayanan di pelabuhan Bakauheni tetap berjalan dengan normal.
“Kepada petugas pelayanan di darat dan kapal kami tetap mengimbau agar memberi pelayanan maksimal,” beber Hasan Lessy.
Hasan Lessy juga menyebut jihad para pekerja pelabuhan bisa dilakukan dengan menjalankan tugas sebaik baiknya. Saat angkutan lebaran petugas di pelabuhan Bakauheni mulai dari petugas tiket penumpang, kendaraan beroperasi secara normal.
“Sistem dua kali shift mengatur agar pelayanan pelabuhan selama 24 jam bisa berjalan dengan normal sekaligus pekerja bisa berkumpul bersama keluarga,” tambahnya.
Shalat Id Idul Fitri yang digelar setiap tahun di pelabuhan Bakauheni terlihat diikuti ratusan masyarakat Bakauheni. Pelaksanaan shalat ied tersebut juga terlihat mendapat pengamanan dari anggota kepolisian sektor kawasan pelabuhan (KSKP) Bakauheni.