Ketua DPRD Sikka: Jangan Ada Pungli di Dermaga Kewapante

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

MAUMERE – Pengoperasian pelabuhan atau dermaga Kewapante untuk sandar kapal roro Windu Karsa harus benar-benar diperhatikan. Hal ini untuk mencegah agar jangan sampai ada pungutan liar seperti yang juga sering terjadi di pelabuhan Laurens Say Maumere.

“Saya minta kepada pemerintah dalam hal ini dinas Perhubungan kabupaten Sikka agar pengoperasian pelabuhan penyeberangan ini jangan sampai terjadi pungli,” kata ketua DPRD Sikka, Gorgorius Nago Bapa, Sabtu (8/6/2019) saat peresmian beroperasinya kapal roro Windu Karsa.

Ketua DPRD Sikka Gorgorius Nago Bapa (kiri) bersama bupati Sikka Fransiskus Roberto Diogo. Foto: Ebed de Rosary

Dikatakan Us sapaannya, pemerintah harus memberantas pungli di pelabuhan Kewapante. Dengan begitu kasus pungli seperti yang terjadi di pelabuhan Laurens Say Maumere tidak akan terjadi di pelabuhan Kewapante yang juga sebagai pelabuhan kapal fery antarpulau.

“Saya minta pemerintah juga harus mendayagunakan masyarakat kecamatan Kewapante khususnya di sekitar pelabuhan untuk memperlancar beroperasinya kapal roro ini,” ungkapnya.

Selain itu kepada manajemen atau pemilik kapal roro Windu Karsa, Us meminta agar pengoperasian kapal dengan jurusan Surabaya-Maumere dan sebaliknya jangan sampai terhenti. Keberadaan moda angkutan ini terus beroperasi.

“Kepada para pengguna jasa saya meminta agar mengikuti semua ketentuan dari pemerintah dan manajemen Windu Karsa agar kapal ini bisa bermanfaat bagi kita semua,” pesannya.

Sementara itu, bupati Sikka, Fransiskus Roberto Diogo, mengatakan, akan memperhatikan agar jangan ada pungli di pelabuhan Kewapante. Dermaga Kewapante sangat strategis karena dengan bersandarnya kapal roro akan bermafaat bagi masyarakat di kabupaten sekitarnya.

“Pelabuhan ini sangat strategis karena ada kabupaten lain di sekitarnya seperti Flores Timur dan Lembata serta Ende. Masyarakat di kabupaten ini akan bisa memanfaatkannya untuk membawa hasil komoditi mereka ke luar daerah,” ungkapnya.

Robi, sapaannya, juga meminta agar kapal roro Windu Karsa bisa membuka rute pelayaran dari Maumere ke Makassar dan Makassar Maumere. Bila ada rute ini maka sangat baik sebab Maumere dan Makassar sejak dahulu selalu menjadi rute pelayaran mengangkut hasil komoditi masyarakat untuk dijual.

“Saya berharap agar kerjasama antara pemerintah kabupaten Sikka dan manajemen Windu Karsa terus berjalan dan langgeng. Kapal ini bisa dimanfaatkan mengangkut hasil komoditi perkebunan seperti kelapa, kakao dan mete baik dari kabupaten Sikka maupun kabupaten tetangga,” tuturnya.

Sementara itu, Direktur Utama Windu Karsa, Hoetomo, mengatakan, permintaan dari Pemda Sikka membuat manajemen berniat menghidupkan kembali rute pelayaran kapal roro Maumere Surabaya dan Surabaya Maumere.

“Kami berharap dengan beroperasinya kapal ini maka kebutuhan masyarakat kabupaten Sikka dan NTT bisa lebih cepat terpenuhi. Selain itu, juga mendukung percepatan pertumbuhan ekonomi di daerah,” sebutnya.

Lihat juga...