Kemenko Maritim Ingatkan Faktor Keselamatan

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, menyatakan, keselamatan pelayaran kapal di lintas Selat Sunda harus menjadi perhatian pihak operator kapal dan PT. ASDP, serta stakeholders terkait.

Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim,Nixson F.L.P Silalahi,  menyebut pada angkutan lebaran Idul Fitri, keselamatan menjadi keharusan dengan penyediaan sarana dan prsarana memadai. Sebagai upaya menjaga keselamatan pelayaran, ia telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait.

Sebagai Kementerian yang berkaitan dengan isu kemaritiman, transportasi laut harus memberi keamanan bagi penumpang. Sebab itu, perhatian keselamatan pelayaran, navigasi harus diperhatikan oleh sejumlah pihak yang terkait.

Kemenko Maritim melalui Asisten Deputi Navigasi dan Keselamatan Maritim, kata Nixson, memantau pelabuhan penyeberangan yang menjadi titik lalulintas pemudik, di antaranya di wilayah Barat, Tengah dan Timur Indonesia.

Terkait keselamatan kapal, ia menyebut ada tim khusus yang berkoordinasi dengan petugas pemeriksa kelaiklautan (ramp check) kapal penumpang.

“Petugas dari Balai Pengelola Transportasi Darat, KSOP, ASDP tentunya telah melakukan pengecekan terhadap kelaiklautan kapal, termasuk peralatan di atas kapal, agar pemudik mendapat jaminan keamanan dan tercapai zero accident selama angkutan mudik lebaran,” terang Nixson, di dermaga eksekutif Bakauheni, Selasa (29/5/2019).

Nixson juga menyebut, transportasi massal kapal laut pada angkutan Lebaran tahun ini mengalami peningkatan pelayanan lebih baik. Ia menyebut, sistem pembelian tiket dengan sistem nontunai (cashless) di pelabuhan Bakauheni memudahkan penumpang. Tanpa penggunaan uang tunai, mempercepat proses transaksi dan saat ini uang elektronik disediakan oleh sejumlah bank. Selain bagi penumpang pejalan kaki, sistem tiket nontunai menghindari antrean kendaraan pada loket pembelian tiket.

Nixson juga menyebut, sesuai paparan dari PT. ASDP Indonesia Ferry Bakauheni, kenaikan penumpang kapal mencapai 15 persen. Sebagai cara mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang pejalan kaki, kendaraan roda dua dan roda empat, sejumlah persiapan telah dilakukan.

Skenario lalu lintas untuk keselamatan di area pelabuhan juga telah dilakukan dengan membuat jalur khusus. Ia berharap, pada angkutan Lebaran tahun ini tidak terjadi insiden yang membahayakan para pemudik.

Nixson juga berharap, setiap kapal memaksimalkan fasilitas navigasi yang langsung dijalankan oleh nahkoda. Selain navigasi di dalam kapal, keberadaan sarana bantu navigasi pelayaran (SBNP) harus dalam kondisi prima.

Koordinasi antara nahkoda dan ship traffic control (STC) menjadi cara menghindari kepadatan trip kapal di lintas Selat Sunda. Terlebih Selat Sunda merupakan Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) sebagai jalur pelayaran kapal penumpang dan kapal barang nasional serta internasional.

“Kepada para pemudik yang menggunakan transportasi laut, diimbau agar menjaga kesehatan sebelum mudik,”ujarnya.

General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni, Hasan Lessy, menyebut , sebanyak 68 kapal telah dilakukan uji petik. Kapal-kapal tersebut akan melayani arus mudik dan balik Lebaran di lima dermaga reguler dan satu dermaga eksekutif.

Pengaturan waktu bongkar muat (port time) dan waktu perjalanan kapal (sailing time) akan diatur menyesuaikan kepadatan di area pelabuhan.

Sebagai solusi mengatur arus kendaraan roda dua, di area pelabuhan Bakauheni disiapkan jalur khusus untuk kendaraan roda dua. Sebanyak 15 unit loket penjualan tiket kendaraan roda dua, 17 loket tiket kendaraan penumpang pejalan kaki, loket tiket kendaraan roda empat sebanyak 19 unit.

Di loket penjualan tiket kendaraan, disediakan tenda peneduh dilengkapi kipas. Tenda dan kipas di loket tersebut disediakan di dermaga 1, yang dikhususkan bagi kendaraan roda dua.

Sebagai antisipasi pemudik mengalami gangguan kesehatan, pihaknya berkoordinasi dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), dan disediakan juga posko kesehatan lengkap dengan petugas medis,obat-obatan dan ambulans.

Keselamatan di perairan juga telah dilakukan koordinasi dengan kepolisian air dan udara Polda Lampung, serta Badan Pencarian dan Pertolongan atau Basarnas Lampung. Peralatan keselamatan telah disiapkan mengantisipasi terjadinya insiden di laut.

Lihat juga...