Kemarau, Sejumlah Petani di Lamsel Optimis Bisa Tanam Padi

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Musim tanam ketiga bersamaan dengan musim kemarau atau gadu, tidak menyurutkan petani tetap menanam padi. Dengan biaya ekstra untuk mengoperasikan pompa air, sejumlah petani tetap optimis akan mendapatkan hasil panen memuaskan.

Sutrisno, petani padi sawah di Desa Pasuruan, mengaku mengandalkan air sungai Way Muloh Way Malim yang mengalir di kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel). Meski demikian sejumlah lahan yang lokasinya jauh dari sungai, dibiarkan tidak digarap saat tibanya musim kemarau.

Sutrisno menyebut, sebagian petani di wilayah tersebut mengandalkan mesin pompa untuk pengairan lahan sawah. Lokasi sawah yang terletak lebih tinggi dari sungai membuat saluran irigasi tidak bisa menjangkau lahan persawahan.

Pada lahan setengah hektare yang akan digarap, ia memilih membendung siring kecil yang akan dipergunakan untuk pengairan. Ia optimis, meski debit air minim, masih bisa digunakan untuk mengairi lahan sawah miliknya.

Sutrisno memilih membendung aliran siring kecil untuk kebutuhan pengairan pada lahan sawah miliknya -Foto: Henk Widi

Sutrisno menyebut, baru bisa melakukan proses persiapan pengolahan lahan usai lebaran Idulfitri 1440 Hijriah. Pasalnya, sejumlah petani yang memiliki mesin pompa, alat dan mesin pertanian (alsintan) traktor bisa menggarap lahan lebih cepat. Rencananya, Sutrisno akan menyewa mesin pompa untuk pengairan lahan sawah, untuk menambah pasokan air dari siring kecil yang sudah dibendung.

“Musim tanam gadu sebagian beralih menanam sayuran dan jagung, namun bagi kami yang dekat sungai masih bisa mengandalkan pengairan dengan mesin pompa. Kami optimis dengan pasokan air lancar, hasilnya akan lebih baik,” ungkap Sutrisno, saat ditemui Cendana News, Sabtu (22/6/2019).

Pada musim tanam sebelumnya, saat musim rendengan atau penghujan, petani padi mengalami penurunan produksi. Hal ini akan hama wereng, lembing, tikus dan sebagian tanaman roboh, karena angin disertai hujan.

Budi, salah satu petani padi pemilik sawah di Desa Kuripan, Penengahan, mengaku lebih beruntung. Sebab lokasi yang dekat sungai Way Asahan, ia bisa menyedot air saat dibutuhkan dalam pengolahan lahan sawah. Meski mengeluarkan biaya ekstra untuk bahan bakar minyak (BBM), cara tersebut lebih menghasilkan dibandingkan tidak menanam padi.
“Biaya ratusan ribu untuk bahan bakar setidaknya sebanding dengan hasil yang diperoleh sesuai pengalaman tanam gadu sebelumnya,” cetus Budi.

Saat musim gadu, Budi mengaku tidak dikuatirkan akan padi yang roboh atau terkena hama keong. Sebab, populasi hama saat musim kemarau masih bisa dikendalikan.

Pertumbuhan gulma jenis rumput, bahkan bisa dikendalikan dengan penangaann yang tepat. Sebagai cara kolektif untuk bisa menanam padi, sebagian petani memilih menyewa mesin pompa untuk digunakan mengairi lahan dalam satu hamparan. Bahan bakar dibeli secara patungan, dan air yang dialirkan dibagi secara merata.

Sistem patungan untuk penyediaan air untuk irigasi sudah jamak dilakukan petani Penengahan saat kemarau.

Sejumlah petani yang tergabung dalam Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A), memilih menyewa mesin pompa untuk pengairan lahan. Sebab, saat musim penghujan, saluran air irigasi masih bisa mengandalkan pasokan air sungai Way Asahan dari Gunung Rajabasa.

Efisiensi penggunaan air saat kemarau juga dilakukan Suhaini, petani sayuran di Desa Sukabaru. Pasokan air yang terbatas disebutnya bukan hambatan untuk tetap bertani.

Memanfaatkan sumur pompa dan mesin sedot, air ditampung pada sejumlah drum penampungan. Drum penampungan tersebut sekaligus menjadi tempat mencampur pupuk organik cair.

“Selama proses penanaman sayuran dan padi, penyiraman saya lakukan dengan sistem kocor, sembari menyiram sekaligus pemupukan,”ujar Suhaini.

Seperti petani lain yang masih menanam padi, ia memilih jenis bibit padi yang memiliki ketahanan terhadap kekurangan air. Jenis padi varietas Ciherang dan IR64 diakuinya lebih baik ditanam saat musim gadu dibandingkan varietas Muncul Cilamaya. Jenis tanaman padi untuk musim rendengan tidak cocok ditanam saat musim gadu.

Lihat juga...