IDI Lamsel-Ponpes Miftahul Huda Gelar Sunatan Massal

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Bantu anak-anak yang sebagian berasal dari warga kurang mampu, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) cabang Lampung Selatan (Lamsel) menggelar sunatan massal, bekerja sama dengan Yayasan Miftahul Huda, Desa Pasuruan, Kecamatan Penengahan.

Sugeng Hariyono, ketua panitia kegiatan, menerangkan kolaborasi IDI Lamsel dan Yayasan Miftahul Huda dilakukan bersamaan dengan peringatan hari bakti dokter Indonesia ke-111.

Sunatan massal merupakan bagian dari program sosial yang rutin digelar setiap tahunnya. Selain itu, sebagai wujud kepedulian kepada masyarakat, khususnya anak-anak keluarga kurang mampu yang memasuki masa aqil balik. Sebagai yayasan yang bergerak dalam bidang pendidikan bernafaskan Islam, sunatan massal ikut  membangkitkan semangat Ukhuwah Islamiyah antarsesama umat Islam.

Secara khusus, Sugeng Hariyono menyebut, anak-anak  yang disunat ikut melaksanakan sunnah Nabi Muhammad SAW dengan berkhitan dan berbagi kepada sesama. Gelaran tersebut sekaligus menumbuhkan rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Kegiatan yang digelar saat masa libur sekolah tahun ajaran 2018/2019, agar tidak menganggu anak-anak yang sebagian masih memasuki usia sekolah.

Dokter Wahyu Wibisana (rompi hijau) ketua Ikatan Dokter Indonesia Lampung Selatan -Foto: Ist.

“Anak anak yang dikhitan telah mendaftar beberapa pekan sebelumnya, dan waktu pelaksanaan dipilih saat libur sekolah, kami juga memberikan santunan untuk membantu kebutuhan perlengkapan sekolah pada tahun ajaran baru,”ungkap Sugeng Hariyono, dalam keterangan yang diterima Cendana News, Minggu (30/6/2019).

Gayung bersambut dengan bulan bakti Ikatan Dokter Indonesia, membuat yayasan menggandeng IDI Lamsel. Melalui kegiatan tersebut, Sugeng Hariyono menyebut yayasan Miftahul Huda memiliki misi mulia, agar anak-anak dari keluarga tidak mampu di sekitar pondok pesantren bisa ikut terbantu. Sebab, kegiatan khitanan selain memiliki tujuan positif dalam agama Islam, sekaligus sebagai cara untuk mencapai tujuan kesehatan.

Prayogi, salah satu orang tua yang anaknya dilhitan mengaku bersyukur anaknya bisa dikhitan. Sebab, meski sang anak sudah meminta dikhitan, namun karena keterbatasan ekonomi, ia masih menunda untuk menyunatkan sang anak.

Saat ada pemberitahuan adanya program sunat massal dari yayasan Miftahul Huda, ia langsung mendaftarkan sang anak.

Sebagai warga yang keseharian bekerja serabutan, Prayogi mengaku sangat terbantu dengan program sunatan massal. Pasalnya, kebutuhan ekonominya yang cukup pas-pasan membuat dirinya sempat bingung ketika anaknya teriak minta disunat.

Kesempatan tersebut diakui menjadi rezeki. Selain sang anak bisa mengikuti program sunat gratis, sang anak juga mendapatkan uang saku. Tanpa persiapan khusus, Prayogi mengantar sang anak yang dikhitan oleh dokter dari IDI Lamsel.

“Saya bisa mengalokasikan biaya untuk sunat bagi kebutuhan lain, dan uang saku bisa ditabung anak untuk melengkapi keperluan sekolah,” kata Prayogi.

Prayogi juga menyebut, sang anak ikut bersama sekitar 23 anak lainnya yang disunat. Sunatan yang dilakukan saat libur sekolah sekaligus waktu yang tepat. Sebab, saat tahun ajaran baru 2019/2020 yang akan dimulai sekitar 17 Juli mendatang, sang anak sudah sembuh.

Kepedulian dari Yayasan Miftahul Huda bagi sejumlah keluarga kurang mampu, sekaligus ikut meringankan beban warga yang tinggal di sekitar pondok pesantren tersebut.

Pada kegiatan sunatan massal tersebut, Ketua IDI cabang Lamsel, Dokter Wahyu Wibisana, mengatakan, acara sunatan massal merupakan aksi kepedulian sosial bagi sesama.

Ia menyebut, kegiatan sunatan masal untuk anak-anak sudah rutin digelar  dengan menggandeng sejumlah mitra. Selain kegiatan sunatan massal, IDI Lamsel juga kerap menggelar pemeriksaan kesehatan gratis, sosialisasi pola hidup bersih dan sehat (PHBS) bagi masyarakat yang jauh dari fasilitas kesehatan.

“Momen penyelenggaraan sunatan massal bersamaan dengan bulan bakti dokter Indonesia, sehingga tentunya sangat didukung oleh IDI Lamsel,” katanya.

Melalui kegiatan posisitif bersama para mitra, salah satunya Yayasan Miftahul Huda, ia berharap makin banyak warga bisa terbantu. Misi menolong sesama sebagai para dokter diaplikasikan dalam kegiatan sunatan massal. Selain itu, bekerja sama dengan dunia pendidikan pesantren sekaligus ikut mendukung sektor pendidikan, khususnya di wilayah pedesaan.

Menerjunkan sejumlah dokter anggota IDI Lamsel, pihaknya juga ikut memberi santunan kepada anak kurang mampu yang telah dikhitan.

Pada kesempatan yang sama, H. Dasril Efendi, ketua Yayasan Miftahul Huda, menyebut sunatan massal bertujuan membantu anak-anak kurang mampu. Kegiatan bakti sosial yang digelar yayasan memiliki tujuan utama meringangkan beban masyarakat.

Terlebih, kegiatan sunatan tersebut juga dinilai mengandung nilai keagamaan dan kesehatan. Sebab sesuai ajaran Islam, sunat wajib hukumnya bagi anak-anak yang memasuki usia dewasa. Juga anjuran dari tenaga medis, sunat memiliki manfaat positif bagi kesehatan.

Lihat juga...