Gunungsitoli Promosikan Warisan Budaya di Sail Nias 2019
GUNUNGSITOLI – Pemerintah Kota Gunungsitoli, Sumatera Utara, mempromosikan sejumlah objek wisata yang dimiliki di Sail Nias 2019. Harapannya, hal tersebut bisa mendatangkan lebih banyak wisatawan ke daerah tersebut.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Gunungsitoli, Meiman Harefa, di Gunungsitoli, mengatakan, Pemkot Gunungsitoli ambil bagian pada pelaksanaan wisata bahari (Sail Nias) 2019, dengan menggelar Seminar Warisan Budaya. “Seminar warisan budaya rencananya akan kita laksanakan di komplek Museum Pusaka Nias pada 11 hingga 12 September 2019,” jelas Meiman, Jumat (28/6/2019).
Kegiatan dibagi dua sesi, yaitu seminar di hari pertama dan tur budaya di hari kedua. Pada tur budaya, peserta seminar yang diperkirakan berjumlah 150 orang yang sebagian besar diharapkan dari kedutaan dan konsulat jenderal negara negara sahabat, akan diajak mengunjungi lokasi budaya yang ada di Kota Gunungsitoli.
Lokasi budaya yang akan dikunjungi adalah, Museum Pusaka Nias, Desa Adat di Desa Tumori, Kecamatan Gunungsitoli Barat dan Gua Togindrawa di Desa Kolowonu Niko,otano, Kecamatan Gunungsitoli.
Sail Nias 2019, adalah program dari pemerintah pusat, yang semua pelaksanaan dana dan kegiatan diatur oleh kepanitiaan pusat dari lintas kementerian atau koordinator kemaritiman, yang dipimpin oleh Menteri Hukum dan Hak Azasi Manusia, DR.Yassona Laoly. “Kegiatan Sail Nias 2019, ada yang ditentukan langsung dari panitia pusat, ada juga usulan dari daerah atau kabupaten dan kota yang ada di se-Kepulauan Nias,” terangnya.
Di Sail Nias 2019, Pemkot Gunungsitoli mengusulkan dua kegiatan yaitu seminar warisan budaya Nias, serta festival kopi dan kuliner nusantara. “Pembicara dari luar negeri saat ini masih penjajakan atau lobi, sedangkan dari Kota Gunungsitoli adalah Direktur Museum Pusaka Nias, Pastor Yohanes, dan Ephorus BNKP Pdt.Tuhoni Telaumbanua,” ungkapnya.
Tujuan seminar warisan budaya Nias adalah untuk mengangkat budaya Nias di level nasional dan internasional. Seminar akan membicarakan budaya Nias, yang ada di seluruh Kepulauan Nias. Seminar warisan budaya Nias, bertujuan untuk mengajak lembaga lembaga yang konsen kepada budaya, memberi perhatian, dan membuat program pelestarian budaya Nias.
Budaya Nias cukup menonjol, dan punya sisi sejarah budaya yang telah berumur ratusan tahun. “Kami berharap Dirjen Kebudayaan dari Kementerian Pendidikan dan Budaya bisa hadir pada seminar, sebab rekomendasi hasil seminar akan diserahkan kepada pemerintah pusat,” pungkasnya. (Ant)