Wagub Sumbar Sindir Kadis tak Hadir Safari Ramadan
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PADANG – Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, telah membentuk tim safari Ramadan 1440 hijriyah. Berbagai daerah telah dikunjungi, baik di kawasan Kota Padang, hingga ke 18 kabupaten dan kota lainnya.
Namun sepanjang perjalanan Tim Safari Ramadan hingga malam ke 7, ada yang membuat Wakil Gubernur Sumatera Barat Nasrul Abit, merasa tidak senang dengan ketidakhadiran sejumlah Kepala Dinas (Kadis) di lingkungan Pemprov Sumatera Barat, dalam kunjungan ke masjid-masjid.
Rasa tidak senang itu, membuat Nasrul menyentil beberapa kepala organisasi pemerintah daerah (OPD) yang tidak hadir dalam kegiatan Safari Ramadan tersebut.
Ia merasa, niat dan tujuan para kepala dinas perlu diperbaiki dalam melaksanakan Safari Ramadan, karena ada indikasi sekedar mengharapkan uang perjalanan dinas.
“Kami ada 12 dinas dalam tim safari ini, tapi tidak ada yang datang apabila mengunjungi masjid dalam kawasan Kota Padang ini. Kalau safari ke luar daerah, nah mereka datang, mungkin karena ada SPPD-nya (perjalanan dinas) mereka mau datang safari ke luar,” ujarnya, Senin (13/5/2019).
Wagub saat melakukan Safari Ramadan di Masjid Nurul Islam Ulak Karang Selatan, Kota Padang itu, tidak terlihat ada satu kepala OPD lingkungan Pemprov Sumatera Barat yang hadir.
Nasrul beralasan cukup cerdas, ketika ditanya tidak adanya kepala dinas yang hadir pada kunjungan Safari Ramadan tersebut. Menurutnya, tidak hadirnya para kepala dinas, karena kemungkinan kelelahan, atau ingin salat tarawih dengan keluarganya masing-masing.
“Tidak apa-apa, mungkin mereka kelelahan, karena setiap malam ikut safari ke luar daerah. Kita maklumi sajalah mereka istirahat dulu,” ungkapnya dengan nada kesal.
Meskipun begitu, Nasrul berharap semua kepala OPD atau perwakilannya bisa hadir bersama Tim Safari Ramadan, sesuai jadwal yang telah ditetapkan. Bukan hanya datang ke kunjungan masjid di daerah, tapi juga masjid di Kota Padang.
“Kita kunjungan ke masjid selama Ramadan ini, bukan sekedar melihat langsung, tapi juga agar masyarakat tahu wajah-wajah pemerintah daerah,” tuturnya.
Bahkan Nasrul mengaku apabila Safari Ramadan mendatangi daerah atau luar dari Kota Padang, cukup banyak para kepala dinas yang ikut. Anehnya di saat Safari Ramadan berada di seputar Kota Padang, tidak terlihat satu pun kadis yang hadir.
“Saya cuma bisa menyarankan, dalam melaksanakan Safari Ramadan ini kedepankan perjalanan ibadahnya, bukan untuk mencari catatan perjalanan dinas saja,” tegasnya.
Tim Safari Ramadan Pemprov Sumatera Barat sudah merupakan kegiatan rutin setiap Ramadan. Kegiatan yang dilakukan yakni mengunjungi masjid-masjid untuk memberikan bantuan tunai, setiap masjid sebanyak Rp20 juta. Masjid-masjid yang dikunjungi, sudah didata sebelum memasuki Ramadan.
Tidak ada yang dikecualikan melakukan Safari Ramadan ini, termasuk di daerah Kepulauan Mentawai, yang merupakan satu-satunya daerah kepulauan di Sumatera Barat. Daerah yang termasuk salah satu daerah tertinggal ini, turut mendapat perhatian oleh Tim Safari Ramadan.
Kegiatan Safari Ramadan ini dilakukan selama bulan Ramadan. Tim Safari Ramadan tergabung dari Gubernur Sumatera Barat dan Wakil Gubernur Sumatera Barat, Setdaprov Sumatera Barat, jajaran kepala dinas, DPRD Provinsi Sumatera Barat, dan instansi lainnya yang turut terlibat.
Biasanya dalam pelaksanaan Safari Ramadan ini, Pemerintah Sumatera Barat tidak hanya memberikan bantuan untuk dalam bentuk uang, tetapi juga membawa tikar untuk masjid yang dituju.
Namun kini bantuan tikar ditiadakan, dan hanya diberikan dalam bentuk uang senilai Rp20 juta, yang bisa digunakan untuk perbaikan masjid.