Angkutan Lebaran Diprediksi Naik, PT ASDP Antisipasi Layani Pemudik

Redaktur: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Angkutan mudik dan balik lebaran melalui pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni akan meningkat.

Kondisi tersebut diungkapkan La Mane, Direktur Usaha Penyeberangan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero).

Peningkatan disebutnya sebesar 15 persen untuk kendaraan campuran dan 30 persen untuk penumpang pejalan kaki.

Peningkatan angkutan lebaran 1440 Hijriyah/2019 tersebut seiring dengan naiknya tarif penerbangan domestik.

La Mane, Direktur Usaha Penyeberangan PT. ASDP Indonesia Ferry (Persero) – Foto: Henk Widi

Naiknya tarif penerbangan domestik disebut La Mane, menjadi sisi positif bagi sektor usaha pelabuhan. Meski demikian, tantangan terbesar siap dihadapi oleh PT. ASDP Indonesia Ferry sebagai penyedia transportasi laut.

Selain tarif pesawat udara yang mengalami kenaikan, konektivitas tol Jawa dan tol Sumatera bisa berdampak signifikan bagi jasa kepelabuhanan. Pasalnya sebagian trans Jawa mulai Pasuruan di Jawa Timur hingga Merak di Banten tersambung.

Kondisi tersebut menurut La Mane menjadi tantangan dengan percepatan waktu tiba di pelabuhan Merak. Hal sebaliknya terjadi di Sumatera dengan tersambungnya tol Sumatera dari provinsi Lampung ke Sumatera Selatan.

Volume kendaraan roda empat via jalan tol harus siap ditampung oleh dua pelabuhan dalam waktu bersamaan. Antisipasi fasilitas kapal roll on roll off (Roro) telah dibuat untuk mengantisipasi terjadinya stagnasi kendaraan yang akan menyeberang.

“Tahun ini tantangan terberat bagi sektor usaha kepelabuhanan terutama di lintasan Jawa ke Sumatera serta Jawa ke Bali karena akses tol sudah operasional dan fungsional memperlancar arus kendaraan,” terang La Mane dalam pemaparan persiapan angkutan lebaran di Bakauheni, Senin (13/2/2019).

La Mane menyebut dengan berpindahnya masyarakat dari moda transportasi pesawat ke darat dan laut, arus lebaran tahun ini akan berbeda dengan tahun sebelumnya.

Lancarnya akses kereta api, tol Jawa dan tol Sumatera disebut La Mane menjadi pilihan dengan perjalanan berbiaya murah dibanding pesawat. Mengantisipasi pemudik jelang Hari Raya Idul Fitri PT. ASDP menyediakan sarana dan prasarana memadai.

Sarana dan prasarana tersebut diantaranya menurut La Mane melalui penyediaan sebanyak 6 dermaga di Merak dan Bakauheni. Sebanyak 64 kapal besar berukuran 5000 GT ke atas di antaranya 56 unit dioperasikan oleh operator swasta dan 8 kapal dikelola oleh pihak ASDP.

Selain itu secara penuh pada angkutan lebaran tahun ini rute pelabuhan Bakauheni ke Merak telah mengoperasikan dermaga eksekutif. Dermaga dengan nama Anjungan Agung di Bakauheni dan Sosoro di Merak dilayani sebanyak 4 unit kapal eksekutif.

“Kapal yang disiapkan merupakan kapal dengan pelayanan eksekutif diantaranya kapal Sebuku, Batu Mandi, Porlink 0 dan Porlink III,” beber La Mane.

Di hadapan sejumlah pejabat Kantor Staf Presiden Republik Indonesia, La Mane juga optimis pelayanan penyeberangan akan lancar. Sebab bekerjasama dengan Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD), Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Merak dan Bakauheni persiapan sudah dilakukan.

Bagi keselamatan pelayaran uji petik dan ramchek kapal telah dilakukan oleh KSOP dan sejumlah alat keselamatan telah dicek. Penyiapan posko kesehatan, keamanan serta jasa raharja dan unsur terkait telah dikoordinasikan.

La Mane menyebut pada kondisi normal waktu bongkar muat kapal (port time) akan berlangsung 60 menit. Saat terjadi stagnasi kendaraan di pelabuhan Merak dan Banten port time kapal akan dipercepat menjadi 45 menit tanpa mengganggu jadwal pelayanan.

Selain itu waktu tempuh kapal semula 120 menit bisa dipercepat menjadi 95 menit pada kapal-kapal reguler. Kapal reguler disebutnya akan melayani dermaga 1, 2, 3, 5 dan 6. Sementara dermaga eksekutif akan dilayani dengan waktu pelayaran hanya 1 jam.

Percepatan pelayanan ditambahkan La Mane didukung sistem pembelian tiket yang sudah nontunai (cashless). Melalui uang elektronik membuat penumpang dan kendaraan yang akan menggunakan jasa pelayaran lebih cepat.

Selain itu penambahan loket penjualan tiket penumpang dan kendaraan akan ditambah. Tahun sebelumnya loket penumpang pejalan kaki 12 unit tahun ini menjadi 17 unit, loket kendaraan roda dua tahun lalu 14 unit, tahun ini menjadi 15 unit dan loket kendaraan roda empat sebelumnya 15 unit menjadi 19 unit.

“Penambahan loket dilakukan pada loket permanen dengan membuat loket portable memudahkan pengguna kendaraan roda dua dan roda empat,” ujar La Mane.

Mantan General Manager PT ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni tersebut juga menyebut perhatian khusus diberikan pada pengendara roda dua.

Di pelabuhan Merak dan Bakauheni akan disiapkan kapal khusus pengangkut kendaraan roda dua, di Merak akan dipergunakan dermaga VII dan di Bakauheni akan disiapkan dermaga VI. Tenda-tenda khusus disiapkan pada dermaga memberi kenyamanan bagi pemudik dengan kendaraan.

Kesiapan PT. ASDP Indonesia Ferry dalam menghadapi angkutan lebaran mendapat apresiasi dari Darmawan Prasodjo.

Darmawan Prasodjo. Deputi Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Kantor Staf Presiden RI – Foto: Henk Widi

Deputi Bidang Pengendalian, Pembangunan, Monitoring dan Evaluasi Program Prioritas Kantor Staf Presiden RI itu menyebut pelayanan infrastruktur pelabuhan cukup baik. Terlebih operasional dermaga eksekutif sudah menyamai pelayanan di bandara.

Meski demikian Darmawan Prasodjo berharap pada angkutan lebaran tahun ini harus diantisipasi membludaknya kendaraan roda dua dan roda empat.

Antisipasi tersebut diakui Darmawan Prasodjo diantaranya dilakukan dengan adanya imbauan terkait penerapan sistem ganjil genap bagi kendaraan. Imbauan dari Direktorat Jenderal Perhubungan Darat (Dirjen Hubdat) tersebut berguna untuk mengurai kepadatan di pelabuhan.

Sebab tren pemudik melalui pelabuhan Bakauheni menuju Merak kerap terjadi malam hari. Sebagai antisipasinya penerapan ganjil genap bisa menjadi solusi untuk meminimalisir stagnasi di pelabuhan.

“Penerapan sistem ganjil genap bagi kendaraan setidaknya masih bisa dievaluasi tingkat efisiensinya bagaimana, apakah akan mengurai kemacetan atau sebaliknya,“ bebernya.

Kemacetan di pintu tol Merak dampak konektivitas tol trans Jawa disebut Darmawan Prasodjo harus diantisipasi dengan penyiapan kantong parkir. Sebab area pelabuhan harus bisa menampung kendaraan yang akan menyeberang ke Sumatera.

Bagi pengendara kendaraan roda dua yang tiba di pelabuhan Merak agar tidak kelelahan juga menjadi evaluasi bagi PT ASDP Indonesia Ferry. Darmawan Prasodjo juga menekankan agar PT ASDP dan Kemenhub bisa bersinergi mengantisipasi lonjakan penumpang.

Setelah melakukan monitoring di sejumlah fasilitas untuk angkutan lebaran, timnya akan menyampaikan ke kepala kantor Staf Presiden RI. Catatan penting disebutnya agar sistem ganjil genap bukan menjadi beban psikologis bagi masyarakat.

Sebab pemilik kendaraan roda dua kerap melakukan perjalanan mudik secara rombongan dengan plat kendaraan berbeda. Sistem tersebut diakuinya bertujuan agar pemudik bisa memilih perjalanan di siang hari bukan malam hari.

Imbauan lebih gencar disebutnya perlu dilakukan agar tidak terjadi stagnasi saat arus mudik lebaran akhir Mei mendatang.

Keberadaan dermaga eksekutif di pelabuhan Merak, Bakauheni disebut Darmawan Prasodjo bisa menjadi pilihan pemudik. Meski tarif lebih tinggi dibanding kapal reguler namun waktu tempuh bisa lebih cepat.

Selain itu moda transportasi lanjutan bagi penumpang pejalan kaki berupa bus, travel harus dipersiapkan. Kesiapan armada terusan tersebut menjadi hal penting agar tidak terjadi penumpukan penumpang kendaraan.

Terlebih sesuai pengalaman banyak pemudik memilih perjalanan malam hari dan tiba di Bakauheni pagi hari.

Lihat juga...