Tanam Pohon Sepatu Dea Peringati 70 Tahun Kerja Sama Indonesia-Inggris

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, bersama Duta Besar Inggris Raya untuk Indonesia, Moazzam Malik, memperingati 70 tahun kerja sama bilateral Indonesia-Inggris dengan menanam pohon Kembang Sepatu Dea di halaman Museum Perumusan Naskah Proklamasi, Jalan Imam Bonjol Nomor 1, Menteng, Jakarta Pusat, Minggu (12/5). 

“Ini merupakan salah satu kehormatan bagi kami di Jakarta, sebuah peringatan hubungan bilateral antara UK dan Indonesia. Yang terpenting bagi kita adalah 70 tahun perjalanan adalah perjalanan penuh kenangan dan pencapaian. Kami berharap, ke depan akan banyak kesempatan untuk bekerja sama dan akan memperkuat tidak hanya antarpemerintah, tapi juga hubungan antarwarga kedua negara,” ujar Anies, Minggu (12/5/2019).

Menurut Anies, pemilihan tempat peringatan hubungan bilateral kedua negara tersebut, sangat relevan. Karena kawasan Menteng merupakan salah satu daerah yang paling banyak dengan peristiwa bersejarah bagi Indonesia modern.

“Salah satunya adalah pohon yang kita tanam bersama-sama. Kita itu menanam kembali pohon itu karena sebelumnya telah ditanam pada 1937, dan kami juga mewaspadai dengan fakta banyaknya rayap dan itu menjadi salah satu masalah di Jakarta,” ungkapnya.

Dia menegaskan, salah satu prioritas Pemprov DKI Jakarta untuk menyusun kebijakan dalam memastikan banyak situs budaya bersejarah di kawasan ini terjaga dengan baik.

“Kami insyaallah akan memperhatikan tanaman ini, sehingga akan bertahan bukan hanya 70 tahun, tapi juga beratus tahun yang akan datang,” tuturnya.

Anies menjelaskan, memilih Pohon Kembang Sepatu Dea, diharapkan mampu memperlihatkan hubungan baik Inggris – Indonesia, karena bunga yang tumbuh akan berwarna merah sesuai dengan salah satu unsur warna dari bendera kedua negara.

“Kita berharap, nanti generasi anak-cucu kita 50-60 tahun lagi kembali ke tempat ini, dan menceritakan bagaimana kita menjadi bagian sejarah tempat ini. Jumlah kita di sini mungkin tidak banyak. Tapi, sejarah tidak selalu dibuat dengan orang yang jumlahnya banyak. Jumlahnya sedikit tapi berdampak. Insyaallah ini menjadi babak baru bagi Indonesia dan juga Kerajaan Inggris,” jelasnya.

Anies juga mengatakan, pohon yang ditanam akan mempunyai akar yang kuat sampai puluhan tahun lamanya. “Di mana akarnya kuat, hubungan Indonesia-Inggris kuat, salah satunya di aspek pendidikan, karena akar pertumbuhan yang lebih besar,” ujar Anies.

Lebih lanjut, Anies menyinggung Moazzam yang sebentar lagi meninggalkan Indonesia. Menurutnya, hal itu seharusnya bukan menjadi halangan untuk terus memperkuat hubungan Indonesia dan Inggris.

“Ini belum farewell, ini babak baru hubungan Indonesia-Inggris,” tutur Anies.

Sementara itu, Duta Besar Inggris, Raya Moazzam Malik, menyampaikan terima kasih kepada Museum Proklamasi yang mengizinkan proses penanaman pohon. Menurutnya, tempat ini sangat bersejarah selama Inggris pertama kali menginjakkan kaki di Indonesia.

“Setelah Jepang menyerah pada 1945, bangunan ini menjadi lokasi perancangan teks proklamasi, itulah alasan mengapa rumah ini menjadi sejarah sangat penting,” tutur Moazzam.

Mantan Rektor Universitas Indonesia itu juga menyampaikan optimisme terhadap kemajuan yang akan dialami bangsa Indonesia, termasuk dalam sektor ekonomi.

“Indonesia diperkirakan akan menjadi negara dengan perekonomian terbesar ke-4 di dunia pada 2030. Pengaruh Indonesia semakin kuat di panggung dunia,” tuturnya.

Inggris, lanjut dia, ingin melihat Indonesia dapat memanfaatkan dan memaksimalkan potensi untuk menjadi negara maju.

“Kemajuan Indonesia dapat menjadi salah satu contoh bagi negara berkembang, dan menjadi inspirasi bagi dunia termasuk negara saya,” katanya.

Untuk mencapai itu, lanjut dia, seluruh komponen masyarakat Indonesia harus bekerja keras di segala bidang, terutama pendidikan. Hal itu untuk menjaga nilai demokrasi, hak-hak minoritas, dan keberanian dalam meningkatkan kinerja perekonomian.

“Selama saya bertugas di sini, Indonesia sangat berpotensi dan Insyaallah melalui persahabatan kedua negara, kita maju bersama. Sesuai dengan moto saya, ‘bekerja bersama dan maju bersama,’” imbuhnya.

Dalam kesempatan ini, juga dihadiri oleh perwakilan keluarga proklamator Soekarno-Hatta. Soekarno diwakili oleh Hasto Kristiyanto yang sekaligus mewakili Megawati Soekarnoputri. Sementara, untuk Hatta diwakili oleh Meutia Farida Hatta.

Lihat juga...