Sepekan Terakhir Sampah Kapal Meningkat Drastis
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Bertambahnya perjalanan (trip) kapal mulai terlihat memasuki H-7 hari raya Idul Fitri 1440 H/2019 ikut meningkatkan volume sampah di tempat pembuangan akhir Dusun Gubuk Seng Desa Sidoluhur, Kecamatan Ketapang, Bakauheni. Pada kondisi normal kantong plastik yang dibuang rata rata mencapai 100 kantong per hari, dan sepekan terakhir volume naik menjadi sekitar 250 kantong.

Warsa, ketua Dewan Pimpinan Cabang Gabungan Pengusaha Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (DPC Gapasdap) Bakauheni menyebutkan, upaya menjaga kebersihan laut sudah disosialisasikan oleh berbagai pihak, di antaranya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), operator kapal dan pengelola pelabuhan.
Upaya menjaga lingkungan perairan yang kerap kotor akibat aktivitas pembuangan sampah juga gencar dilakukan di atas kapal. Ia menyebut selain imbauan tertulis, lisan, juga disediakan kotak sampah dengan kantong plastik.
“Kami jugamenggandeng pihak ketiga untuk pengelolaan sampah dengan tujuan agar kapal dan lingkungan pelabuhan tetap bersih,” terang Warsa saat ditemui Cendana News, Rabu (29/5/2019).
Isu lingkungan hidup berkaitan dengan sampah plastik yang menjadi keprihatinan berbagai pihak juga dilakukan oleh Gapasdap.
Warsa juga menyebut dengan pengelolaan sampah di atas kapal, lingkungan pelabuhan, ikut mendukung lingkungan yang sehat. Ia juga mendorong langkah operator kapal yang dengan cara cara kreatif menyediakan kotak sampah yang sudah dipisahkan antara sampah organik dan nonorganik.
“Selain memudahkan proses pembuangan, saat proses pemilahan sampah bisa membantu para pencari sampah. Sebagian sampah plastik yang terkumpul diakuinya sekaligus ikut menjadi berkah dan ikut menjaga lingkungan perairan yang bersih,” sebutnya.
Sementara itu, di tempat pembuangan akhir Dusun Gubuk Seng, Wayan Sugiarti menyebutkan, volume sampah meningkat dua kali lipat dibanding hari biasa. Peningkatan terlihat dari jumlah kantong plastik dari kapal roll on roll off (Roro) yang sandar di pelabuhan Bakauheni. Peningkatan volume sampah menurut Wayan berpotensi akan bertambah selama angkutan lebaran Idul Fitri.
”Volume sampah setiap kapal kerap berbeda menyesuaikan jumlah penumpang dan aktivitas pembuangan sampah di dalam kapal dan jenisnya tidak hanya berupa sampah kemasan plastik tetapi juga makanan sisa,” terang Wayan Sugiarti.
Lokasi pembuangan sampah yang sudah beroperasi sejak empat tahun silam tersebut menjadi tempat khusus sampah dari kapal. Bagi para pencari sampah seperti Wayan Sugiarti, membersihkan sampah ikut membantu pengelola agar sampah tidak menggunung di lokasi.
“Sisa makanan berupa nasi, mie atau makanan lain bisa digunakan untuk pakan bebek, ayam, entok dan babi milik peternak yang sudah memesan,” terang Wayan.
Khusus untuk sisa makanan, peternak akan membeli dengan harga Rp25.000 per karung. Beberapa jenis botol plastik minuman dijual dengan harga Rp4.000 per kilogram. Sejumlah botol kaca kemasan air minum dan kaleng dijual dengan harga Rp2.000 hingga Rp4.000 menyesuaikan kondisi.
“Sejumlah sampah plastik bernilai jual akan dikumpulkan dan dijual saat berat sampah sudah mencapai minimal 1 kuintal,” tambahnya.