Ribuan Pengungsi di Palu Tidak Bisa Menempati Huntara
PALU – Pemkot Palu, Sulawesi Tengah mencatat hingga kini masih ada 6.655 jiwa pengungsi gempa, tsunami dan likuefaksi di Palu yang tinggal di tenda-tenda dan selter pengungsian.
Titik pengungsian tersebut, tersebar di sejumlah lokasi. Kondisi tersebut dikarenakan, jumlah unit Hunian Sementara (huntara) yang terbatas sehingga mereka tidak mendapatkan kesempatan untuk tinggal dihuntara.
Baik huntara yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) maupun oleh Non Government Organization (NGO). “Mereka tidak bisa masuk di huntara karena kapasitasnya terbatas. Hanya sekitar 4.468 KK (Kepala Keluarga) yang bisa ditampung,” kata Ketua Tim Validasi Data yang juga Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Palu, Arfan, dalam diskusi Libun Todea yang dilaksanakan Pemkot Palu di salah satu warkop, Minggu (26/5/2019).
Arfan mengaku, belum tahu sampai kapan 6.655 pengungsi yang tinggal di tenda dan selter pengungsian tersebut akan tinggal di sana. Hal tersebut mempertimbangkan, pemerintah pusat melalui Kementerian PUPR, sudah memutuskan tidak menambah jumlah unit huntara.
Saat ini yang dibangun dari 699 unit yang tersebar di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala. 40. 137 jiwa pengungsi di Palu, sebanyak 6.655 jiwa masih di tenda atau selter dan sisanya sudah tinggal di huntara.
Dia berharap, baik pemerintah pusat maupun NGO dapat memikirkan dan mencarikan jalan keluar untuk mengatasi persoalan tersebut. Persoalan lain yang saat ini dialami pengungsi adalah, jaminan hidup (jadup) yang ditanggung oleh Kementerian Sosial yang hingga saat ini belum jelas.
Ditambah lagi Kemensos hanya menanggung jadup pengungsi yang menempati huntara yang dibangun Kementerian PUPR. “Bagaimana dengan pengungsi yang tinggal di selter dan tenda pengungsian? Bagaimana yang tinggal di huntara yang dibangun NGO? Kemarin Wali Kota Palu sudah menolak itu, meminta agar jadup dari Kemensos diberikan juga untuk pengungsi yang tinggal di selter dan huntara bantuan NGO,” ujarnya. (Ant)