Petani Niowula Ende Mulai Rasakan “Manisnya” Durian

Redaktur: ME. Bijo Dirajo

ENDE — Para petani dusun Wolomoni desa Niowula kecamatan Detusoko kabupaten Ende mulai menikmati hasil panen durian. Buah yang mulai dibudidaya sejak 10 tahun, hasilnya mulai dirasakan saat ini.
Bartolomeus Toi kepala desa Niowula kecamatan Detusoko kabupaten Ende. Foto : Ebed de Rosary

“Banyak petani yang sejak 10 tahun lalu mulai menanam durian. Beberapa tahun belakangan mulai panen dan menjualnya di kota Ende dengan harga yang lumayan bagus,” ungkap kepala desa Niowula, Bartolomeus Toi, Senin (6/5/2019).

Dikatakan Bartolomeus, pihaknya mendorong masyarakat untuk menanam tanaman buah-buahan seperti durian, rambutan dan juga pepaya. Tanah di desa ini pun subur dan termasuk daerah dingin sehingga sangat cocok untuk tanaman buah-buahan.

“Saat ini sudah banyak yang menanam sehingga buah yang dijual di kota Ende tidak didatangkan lagi dari pulau Jawa atau Sulawesi. Bahkan di Maumere saja sudah banyak yang menjual durian lokal,” ungkapnya.

Dirinya berharap agar para petani fokus untuk menanam tanaman buah-buahan untuk dijual selain menanam tanaman umur panjang seperti kemiri dan kopi. Kalau buah-buahan bisa dijual dan membantu disaat panen tanaman perkebunan tidak maksimal.

“Kalau tanaman perkebunan kan tunggu musim baru dipanen sementara kalau tanam buah-buahan seperti pepaya bisa dipanen setiap saat. Apalagi menanam sayuran sehingga bisa menambah penghasilan keluarga,” tuturnya.

Fransiska Mase seorang penjual mengaku pihaknya membeli durian dari petani di Ende, terutama di kecamatan Detusoko dengan harga Rp10 ribu hingga Rp20 ribu sebuahnya. Dijual kembali dengan harga Rp25 ribu sampai Rp.35 ribu per buahnya.

“Dalam sehari paling bisa laku 10 buah saja bila banyak pedagang yang menjualnya di pasar Ende. Tapi bila jumlah penjual terbatas maka saya bisa menjual hingga 20 buah durian,” tambahnya.

Siska sapaannya mengaku bisa meraup keuntungan minimal Rp100 ribu sehari bila menjual durian. Pembelinya pun lebih banyak para pekerja yang berasal luar provinsi NTT seperti dari pulau Jawa, Sulawesi maupun Sumatera.

Pemerintah kata Siska harus menata pasar-pasar di kota Ende dengan lebih baik agar lebih menarik dan menarik minat pembeli. Apalagi pasar Ende dilengkapi dengan los buah-buahan sehingga memudahkan pembeli untuk berbelanja di pasar.

“Pembeli yang menggunakan travel ataupun kendaraan pribadi biasanya lebih suka membeli durian yang dijual petani di depan rumah mereka yang berada persis di jalan raya.Harga julanya pun bisa lebih murah hingga Rp10 ribu sampai Rp15 ribu per buahnya,” pungkasnya.

Lihat juga...