PAUD, Wahana Pendidikan Karakter-Gali Kreativitas Anak
Editor: Makmun Hidayat
DENPASAR — Walikota Denpasar, Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra menekankan beberapa poin yang harus tetap menjadi pedoman pelaksanaan PAUD di Kota Denpasar. Salah satunya, yakni para pendidik harus menyadari pentingnya kehadiran PAUD di tengah masyarakat.
Hal ini lantaran PAUD merupakan pendidikan pra pendidikan yang merupakan persiapan bagi anak-anak untuk menyongsong pendidikan selanjutnya.
“Keberadaan PAUD juga penting dalam menggali potensi dan kreatifitas anak-anak, serta menjadi wahana untuk pendidikan karakter dan transformasi budaya untuk anak usia dini, serta memberikan edukasi agar anak-anak tidak dimanja dengan gadget,” ujar Rai Mantra pada puncak perayaan Gebyar Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Denpasar tahun 2019, Kamis (30/5/2019).

Dalam kesempatan tersebut Rai Mantra turut memuji keceriaan dan semangat para guru saat membawakan tari Rejang Renteng. Hal itu menunjukan besarnya semangat para guru PAUD di Kota Denpasar dalam upaya menggali potensi dan meningkatkan pendidikan usia dini di Kota Denpasar.
“Kalau gurunya gembira, siswanya pasti akan gembira dalam menerima pembelajaran, itulah yang wajib ditunjukan para guru, utamanya guru PAUD,” ujarnya.
Sementara itu, Bunda PAUD Kota Denpasar Selly Dharmawijaya Mantra kegiatan yang mengutamakan pendidikan anak usia dini ini merupakan upaya untuk mewujudkan karakter anak yang lebih baik.
“Selain sebagai sarana mengembangkan mental, kecerdasan dan bakat anak, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi sarana sosialisasi berbagai program PAUD kepada masyarakat menuju PAUD berkualitas di Kota Denpasar,” jelas Selly Mantra.
Lebih lanjut dikatakan, Selly Dharmawijaya Mantra, memperluas akses pendidikan anak usia dini yang berkualitas merupakan investasi cerdas yang dapat dilaksanakan bersama. Menyediakan PAUD yang berkualitas bagi anak sangat penting.
“Contohnya, dengan penyelenggaraan lomba kreativitas PAUD memberikan ruang bagi anak, orangtua, dan pendidik PAUD untuk berkreativitas,” tandas Selly Mantra.
Kreativitas yang dikemas dalam lomba ini juga membangun jiwa sportifitas dan juga sebagai media untuk saling mengenal, bertukar pengalaman dalam pendidikan dan pengasuhan anak usia dini.
“Pada akhirnya kita bersama memiliki tekad dan menyatukan gerak dan langkah mewujudkan pendidikan anak usia dini yang berkualitas. Kita berharap tidak lagi ada praktek salah dalam penyelenggaran PAUD. Mari kita saling berbagi ilmu dan pengalaman baik dalam penyelenggaraan PAUD di Kota Denpasar,” imbuhnya.
Sementara Sekretaris Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kota Denpasar, Anak Agung Made Wijaya mengatakan, bahwa Gebyar Paud yang kali ini mengangkat tema ‘Somya’ . Artinya merupakan puncak apresiasi terhadap prestasi dan evaluasi dari sebuah pembinaan PAUD.
“Adapun Soumya sendiri merupakan bentuk netralisasi alam semesta dengan mengutamakan tentang kearifan alam Budaya Bali dalam mengatasi hama dan plastik serta kesadaran lingkungan,” sebut Made Wijaya.
Pihaknya menambahkan, dalam gebyar PAUD kali ini dimeriahkan berbagai kegiatan mulai dari Lomba Aktivitas dan Kreativitas Anak Didik dan Pendidik PAUD yang diikuti oleh 444 peserta dari anak didik hingga pendidik PAUD dan dilanjutkan dengan Puncak Gebyar PAUD dengan penampilan 1.000 Penari Pendet serta Kreatifitas Anak Didik dan Pendidik PAUD se-Kota Denpasar.