Masyarakat Purbalingga Diminta Lapor Jika Menemukan Anak Putus Sekolah
Redaktur: Satmoko Budi Santoso
PURBALINGGA – Gebrakan dalam dunia pendidikan dilakukan oleh Bupati Purbalingga, Dyah Hayuning Pratiwi. Dimana masyarakat di Desa Kalitinggar, Kecamatan Padamara, Kabupaten Banyumas diwajibkan untuk melapor jika menemukan ada anak putus sekolah di desa tersebut.
Aturan untuk lapor tersebut diberlakukan, pascaDesa Kalitinggar ditetapkan sebagai pilot project program Kampung Pendidikan yang digagas Bupati Tiwi, sapaan Dyah Hayuning Pratiwi.

“Gagasan Kampung Pendidikan ini dilandasi rasa keprihatinan saya terhadap banyaknya anak-anak yang putus sekolah. Semoga program ini bisa memperkecil angka putus sekolah, sekaligus menaikkan angka partisipasi sekolah,” terangnya, Kamis (16/5/2019).
Lebih lanjut Tiwi menjelaskan, anak putus sekolah yang dilaporkan mulai dari usia SD, SMP hingga SMA. Masyarakat bisa memberikan laporan kepada kepala desa atau ke kantor wilayah kecamatan (Korwilcam) Dinas Pendidikan (Dindik) atau bisa langsung dengan menghubungi bupati. Sebagai bentuk komitmen, Pemkab Purbalingga akan memberikan bantuan biaya untuk anak yang putus sekolah tersebut.
“Biasanya anak putus sekolah akibat faktor ekonomi, orang tuanya tidak mampu membayar biaya sekolah dan sebagainya, karena itu, kita akan berikan bantuan biaya. Namun, jika dijumpai putus sekolahnya karena faktor lain, maka akan dipelajari dan diselesaikan. Yang terpenting penekanan kita adalah anak-anak usia sekolah di Desa Kalitinggar ini harus sekolah,” tegasnya.
Dari data Dindik Kabupaten Purbalingga, angka partisipasi sekolah untuk Sekolah Dasar saat ini masih 95 persen. Artinya, masih ada 5 persen warga Purbalingga yang tidak mengenyam bangku SD.
Sementara untuk SMP, angka partisipasinya 78 persen dan untuk SMA masih 6,87 persen. Bupati Tiwi mengaku sangat prihatin dengan angka partisipasi sekolah tersebut.
Padahal pendidikan menjadi salah satu indikator dalam pengukuran Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang saat ini 70,53 persen di tahun 2017. Kampung pendidikan, merupakan program yang melibatkan tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk menjadi penggerak, pembantu agar permasalahan pendidikan di Kalitinggar bisa dituntaskan.
“Alasan anak putus sekolah sebagain besar karena faktor ekonomi, tetapi ada juga yang akibat faktor keluarga. Karena itu, kita juga melibatkan para tokoh masyarakat dan tokoh agama untuk memberi dorongan moral kepada masyarakat serta meningkatkan kesadaran mereka akan pentingnya pendidikan,” pungkasnya.