Inflasi di Jambi Akibat Kenaikan Harga Makanan
JAMBI – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jambi, mencatat kenaikan harga kelompok bahan makanan bersama tiga kelompok lainnya, mendorong terjadinya inflasi di Kota Jambi yang pada April 2019 mencapai 0,61 persen.
Kepala BPS Provinsi Jambi, Dadang Hardiawan, mengatakan inflasi Kota Jambi terjadi karena adanya kenaikan indeks harga pada empat kelompok pengeluaran, yaitu kelompok bahan makanan sebesar 2,12 persen, makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0.09 persen serta transpor, komunikasi dan jasa keuangan 0,74 persen.
Pada April 2019, Kota Jambi mengalami inflasi sebesar 0,61 persen, sedangkan Kota Muara Bungo inflasi sebesar 0,45 persen, dengan laju inflasi tahun kalender Kota Jambi 0,14 persen dan Kota Muara Bungo 0,88 persen.
Dalam pembentukan inflasi Kota Jambi 0,61 persen, andil terbesar adalah dari kelompok bahan makanan sebesar 0,4694 persen, kelompok transport, komunikasi dan jasa keuangan 0,1363 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 0,0211 persen.
Dalam pembentukan inflasi Muara Bungo sebesar 0,45 persen, andil terbesar adalah dari kelompok bahan makanan sebesar 0,3870 persen, kelompok sandang sebesar 0,0431 persen, serta kelompok transpor, komunikasi dan jasa keuangan sebesar 0,0314 persen.
Komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi Kota Jambi, antara lain bawang merah, angkutan udara, daging ayam ras, bawang putih, tomat buah, nila, tomat sayur, cabai merah, dan kelapa.
Sementara itu, komoditas utama yang memberikan andil terhadap terjadinya inflasi di Muara Bungo adalah bawang merah, jeruk, daging ayam ras, bawang putih, nila, ketimun, baju muslim anak, bayam dan tarif angkutan udara.
Perbandingan inflasi antarkota IHK se-Sumatra, menunjukkan pada April 2019 dari 23 Kota IHK di Sumatra, seluruhnya mengalami inflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Medan sebesar 1,30 persen, dan terendah di Kota Tanjungpinang sebesar 0,16 persen.
“Sedangkan Kota Jambi dan Muara Bungo, berada pada urutan ke-9 dan ke-15 se-Sumatra,” kata Dadang Hardiawan. (Ant)