Dekat ke Danau Kelimutu, Homestay di Waturaka Menjamur
Editor: Satmoko Budi Santoso
ENDE – Membanjirnya wisatawan yang datang mengunjungi danau tiga warna Kelimutu di kabupaten Ende membuat beberapa desa yang berada di sekitarnya ikut berbenah.
Penginapan menjadi salah satu usaha yang bisa mendatangkan keuntungan lumayan.
“Sejak tahun 2014 kami sudah mulai membuka homestay atau rumah tinggal bagi wisatawan. Setiap rumah penduduk disiapkan satu atau dua kamar untuk disewakan bagi wisatawan,” sebut Blasius Leta, perintis homestay di Waturaka, Minggu (5/5/2019).

Dikatakan Sius, sapaannya, dirinya melihat peluang yang besar di kala wisatawan semakin banyak datang ke Kelimutu.
Apalagi desa Waturaka berada sangat strategis persis di bawah jalan masuk menuju danau Kelimutu.
“Ini sebuah peluang sehingga saya mengajak teman dari Swiss Contact untuk mendampingi masyarakat. Saat awal memang sulit sekali mengajak masyarakat untuk berubah,” ujarnya.
Sius pun memulai memberi contoh dengan menjadikan rumahnya sebagai homestay. Perlahan semakin banyak wisatawan yang datang menginap sehingga tetangga rumah yang lainnya pun mulai membangun homestay.
“Wisatawan kami ajak untuk tinggal di rumah warga dan beraktivitas bersama warga. Mereka juga bisa memasak sendiri makanan yang diinginkan, kami akan tunjukkan tempat memetik sayur dan membeli ikan,” ungkapnya.
Rata-rata wisatawan terutama wisatawan asing, kata pemilik homestay ini, senang sekali saat tinggal di rumah warga. Selain harganya murah, fasilitasnya pun lumayan bagus sehingga dari hari ke hari mulai ramai bisnis homestay.
“Kami semua yang terdaftar ada 17 rumah tinggal dan semua rumah akan mendapatkan kesempatan sama. Maka kami menggilir tamu yang datang menginap sehingga semua rumah bisa ditinggali,” terangnya.
Robertus Dala, warga Waturaka, pemilik Igen Homestay mengatakan, pihaknya pun selalu mendapatkan pelatihan dari Dinas Pariwisata Kabupaten Ende dan Dinas Pariwisata Provinsi NTT terkait pelayanan kepada wisatawan.
“Kami sudah dua kali mendapatkan pelatihan dari Dinas Pariwisata Ende dan NTT. Kami diajari cara melayani tamu serta menyiapkan makanan dan tempat tidur bagi tamu. Yang terpenting kamar mandi dan WC harus diperhatikan kebersihannya,” tuturnya.
Biasanya, wisatawan akan mulai ramai sejak bulan Mei hingga Agustus. Hampir setiap hari pihaknya ditelepon oleh lembaga maupun wisatawan yang ingin datang mengunjungi danau Kelimutu dan menginap di Waturaka.
“Banyak wisatawan senang menginap di desa Waturaka, sebab jarak dari desa menuju puncak danau Kelimutu sekitar 10 kilometer. Jam 04.30 WITA para tamu sudah bangun dan pergi ke Kelimutu untuk melihat matahari terbit,” paparnya.
Robert menambahkan, sudah banyak warga yang juga tertarik ingin mendirikan homestay tetapi pihaknya masih mencatat. Nantinya, para pemilik rumah tersebut akan mendapatkan pelatihan terlebih dahulu dalam melayani wisatawan.
“Anak-anak muda kami juga ada 6 orang yang menjadi pramuwisata atau guide dan jadi anggota resmi Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI). Ini yang membuat tempat kami banyak mendapat tamu dari anggota HPI,” sebutnya.