Cegah Kecanduan Gadget, PKK Denpasar Jalankan Mobile Konseling
Editor: Mahadeva
DENPASAR – Gadget merupakan hasil dari kemajuan teknologi, yang banyak dimanfaatkan oleh semua kalangan, mulai dari tua hingga anak-anak.
Kini, keberadaan gadget sudah bukanlah barang asing bagi anak usia Taman Kanak-Kanak (TK). Padahal usia mereka belum layak menggunakan gadget. Untuk itu, Pemerintah Kota Denpasar bersama Tim Penggerak PKK Kota Denpasar, membuat program mobile konseling.
“Inovasi TP PKK Kota Denpasar untuk program mobile konseling sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Seperti sekarang ini kita menyasar anak-anak TK Putra Udayana,” ujar Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kota Denpasar, IB Alit Wiradana, di sela-sela sosialisasi pemanfaatan gadget untuk anak-anak TK yang menyasar orang tua anak di Kelurahan Sumerta, Kecamatan Denpasar Timur, Jumat, (17/5/2019).
Alit Wiradana menyebut, gadget sangat penting untuk sarana komunikasi. Namun, dampak lain yang kurang baik harus tetap diwaspadai. Melalui gadget, semua informasi yang tiada batas dapat diakses oleh semua pihak, termasuk anak-anak usia TK.
Saat ini banyak para orang tua mengeluhkan anak-anaknya mengalami kecanduan gadget. Melalui mobil konseling, diharapkan masyarakat terutama para orang tua dapat lebih bijak dalam memberikan alat komunikasi tersebut kepada anaknya. “Melalui mobile konseling, kami harapkan para orang tua dan anak-anak dapat memanfaatkan untuk melakukan konsultasi,” tandasnya.
Putu Sonia Insani Sudarmintawan, dari Puspaga Dharma Negara Kota Denpasar, yang melakukan sosialisasi tentang pemenuhan hak anak menyampaikan, melalui mobile konseling dapat dilakukan sosialisasi tentang pemenuhan hak anak. Diharapkan melalui sosialisasi tersebut, dapat terbangun pemahaman mengenai pemenuhan hak anak.
Kepala Sekolah TK Putra Udayana, I Gusti Ayu Ketut Martaningsih, menyampaikan, kedatangan mobile konseling ke sekolahnya, sangat diharapkan oleh para guru, orang tua anak-anak termasuk juga anak-anak. “Kami tidak memungkiri, hampir semua anak sekarang ini telah menggunakan gadget. Meski demikian masih banyak yang kurang memahami bahaya gadget terhadap perkembangan anak,” pungkas Martaningsih.