Biaya Mudik Gratis Pemprov DKI, Rp14 Miliar

Editor: Koko Triarko

JAKARTA – Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko, mengatakan biaya mudik gratis yang diselenggarakan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI melalui Dinas Perhubungan (Dishub) sebanyak Rp14 miliar, dari Anggaran Dasar Belanja Daerah (APBD) 2018. 

“Di DPA (Dokumen Pelaksanaan Anggaran) APBD 2018, kita ada anggaran sekitar Rp14 miliar. Pulang-pergi,” ujar Sigit, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (30/5/2019).

Alokasi anggaran tersebut, sangat tepat, mengingat peserta mudik diprioritaskan merupakan warga DKI Jakarta yang bertempat tinggal di rumah susun (rusun). Selebihnya, peserta mudik adalah warga yang tersebar di seluruh pelosok Ibu Kota.

“Tadi kan kita sampaikan dalam laporan, karena untuk pertama dan prioritasnya adalah yang ber-KTP DKI, kita menyasar warga rusun dulu. Itu yang kita prioritaskan, tapi nggak menutup kemungkinan yang lain,” ungkap Sigit.

Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Sigit Wijatmoko -Foto: Lina Fitria

Besarnya minat warga yang mengikuti Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta, Sigit menyebutkan karena panjangnya libur lebaran pada tahun ini. Selain itu, waktu keberangkatan dan kepulangan berada pada waktu yang tepat.

“Ini kan karakteristiknya Idul FItri tahun ini agak berbeda. Cuti dan libur lebih banyak interval di sebelum hari raya. Karenanya, menjadi penting kita memfasilitasi warga untuk arus balik. Kita balik memang di golden-golden time, artinya karenanya semua kuota yang disiapkan habis terpakai,” ungkap Sigit.

Menurutnya, ada perbedaan antara mudik dan arus balik, karena arus mudik ini momentum bergeraknya relatif sama, tapi kalau arus balik situasi liburan berbeda-beda antara yang ASN atau yang di swasta dan industri.

Namun, katanya, jumlah pemberangkatan peserta mudik tidak setara dengan kepulangan saat arus balik. Penurunannya sekitar 30 persen dari total jumlah peserta mudik.

“Karena ini adalah kali pertama dan kita mengevaluasi dari kegiatan serupa yang dilaksanakan oleh BUMN, kementerian maupun sektor swasta yang lain, ada perbedaan jumlah antara arus mudik dan balik, jadi yang kita siapkan ada penurunan 30 persen dari arus mudik. Mudiknya 17.000, baliknya kita kurangin 30 persen,” jelasnya.

Terkait pelaksanaan Mudik Gratis Pemprov DKI Jakarta 2019, Sigit menyebutkan ada beberapa hal yang masih harus dievaluasi. Namun, hal terpenting adalah program mudik gratis perdana yang digelar Pemprov DKI Jakarta dapat berjalan dengan sukses.

“Pemprov belum pernah jadi penyelenggara. Kita juga melihat ada semacam imbal jasa dari Pemprov kepada warganya. Pak Gubernur juga bilang ini diselenggarakan dari pajak yang dibayar oleh masyarakat, dikembalikan kepada masyarakat. Kita hanya perpanjangan tangan saja,” jelasnya.

Dia menuturkan, tujuan mudik bersama kali ini hanya terbatas di Jawa Barat, Jawa Timur, dan Jawa Tengah. Sigit mengungkapkan ada sekitar 17.427 masyarakat yang ikut menikmati program mudik bersama tahun ini.

Sementara itu, pengurangan jumlah kuota pada arus balik, telah disosialisasikan kepada masyarakat. Sehingga masyarakat dapat memilih, apakah menginginkan tiket untuk pulang pergi atau hanya sekali jalan.

“Jadi waktu daftar mereka punya pilihan, apakah mau one-way atau mudik dan balik. Karena nggak bisa daftar untuk baliknya saja, nanti bisa bawa saudara,” jelasnya.

Selain itu, Sigit menjelaskan pada saat mendaftar program mudik bersama ini, para pemudik bisa memilih perjalanan pulang ke kampung langsung kembali ke Jakarta, atau hanya mengikuti pulang kampung tanpa balik ke ibu kota menggunakan program mudik bersama Pemprov DKI.

Ia merinci, 15 bus dan tujuh truk untuk tujuan Ciamis, 14 bus dan tujuh truk tujuan Kuningan, 31 bus dan 15 truk ke Tegal, dan untuk tujuan Pekalongan disediakan 35 bus dan 10 truk.

Ada pun tujuan Semarang disediakan 30 bus dan 15 truk, Kebumen ada 20 bus dan 10 truk, Sola 40 bus dan 30 truk.

Tujuan Wonogiri tersedia 31 bus dan 10 truk, Yogyakarta 51 bus dan 35 truk, serta Jombang disediakan 20 bus dan 10 truk. Total ada  307 bus dan 139 truk dengan kuota peserta sekitar 18 ribu orang dan  6.250  kendaraan motor.

Lihat juga...