Tingkatkan Hasil Pertanian dengan Pola Intensifikasi

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Ekstensifikasi atau perluasan lahan pertanian sudah sangat sulit dilakukan di berbagai daerah, termasuk di Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah.

Banyaknya alih fungsi lahan pertanian menjadi kawasan pemukiman ataupun industri, mendorong perlunya inovasi untuk meningatkan hasil pertanian. Kabupaten Purbalingga mencoba menekankan pada pola intensifikasi untuk mencapai hal tersebut.

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati. (FOTO : Hermiana E.Effendi)

Kepala Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati, mengatakan, upaya intensifikasi pertanian dilakukan dengan percepatan tanam. Lahan pertanian diupayalan bisa ditanami tiga kali dalam satu tahun, dengan pola tanam padi-padi-palawija. Langkah tersebut mengharuskan adanya konsolidasi dan komunikasi antar anggota kelompok tani, dengan bimbingan petugas penyuluh lapangan.

Selain itu, juga dibutuhkan peralatan pertanian untuk mendukung percepatan masa tanam tersebut. “Koordinasi harus dimatangkan dan petani juga membutuhkan alat mesin pertanian (alsintan), supaya bisa mengerjakan sawah dengan lebih cepat. Kita dari Dinas Pertanian berusaha, agar semua kebutuhan petani bisa diberikan,” tuturnya, Senin (29/4/2019).

Lily menyebut, di 2019 Kabupaten Purbalingga mendapatkan bantuan alsintan dari Kementrian Pertanian cukup banyak. Ada 103 unit alsintan, yang diterima dan diharapkan bisa dimanfaatkan petani. Alsintan yang diterima tersebut antara lain, 38 unit traktor roda dua, 13 unit cultivator atau mesin pengolah tanah, 29 buah pompa air, 15 unit power thresher atau mesin perontok padi, 7 unit corn sheller atau mesin pemipil jagung, serta 1 unit dryer atau mesin pengering.

Seluruh peralatan tersebut bisa dimanfaatkan oleh kelompok tani, sesuai kebutuhan masing-masing. Namun, petani harus benar-benar menggunakannya untuk kegiatan pertania. Jika tidak dipergunakan, maka alsintan akan ditarik dan diberikan kepada kelompok tani lain yang membutuhkan.

“Alsintan ini sangat berguna untuk mempercepat kerja petani, seperti mesin pengolah tanah, perontok padi dan lainnya, akan membuat kerja petani lebih efisien. Dengan demikian, diharapkan program percepatan masa tanam atau intensifikasi pertanian bisa terwujud,” tandasnya.

Tahun ini, Kabupaten Purbalingga sudah surplus porduksi padi. Tetapi, berbagai upaya peningkatan hasil pertanian tetap harus dilakukan. Kondisi cuaca, serta hama tanaman sangat berpengaruh terhadap hasil produksi, sehingga tidak bisa dipastikan produksi akan surplus secara terus-menerus. Untuk percepatan masa tanam, Purbalingga menggalakan upaya khusus padi, jagung dan kedelai (pajale).

Lihat juga...