Realisasi Kartu Tani di Purbalingga Tertinggi Kedua di Jateng

Editor: Mahadeva

PURBALINGGA – Distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Purbalingga lancar. Keberadaanya banyak dimanfaatkan oleh petani.

Kondisi tersebut terpantau dari realisasi penggunaan kartu tani di daerah tersebut. Penggunaan Kartu untuk distribusi pupuk bersubsidi di Purbalingga menduduki peringkat tertinggi kedua di Jawa Tengah.

Kepala Dinas Pertanian Purbalingga, Lily Purwati – Foto Hermiana E Efendi

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga, Lily Purwati, mengatakan, sepanjang 2019 ini, alokasi pupuk di Kabupaten Purbalingga tersedia. Jumlahnya mencukupi untuk kebutuhan petani.

“Di 2018 lalu, kita masih masuk peringkat ke-7 di Jawa Tengah, dalam penggunaan pupuk bersubsidi atau realisasi kartu tani, tetapi tahun ini sudah mencapai keringkat kedua. Artinya, petani kita benar-benar memanfaatkan pupuk bersubsidi tersebut dan alokasinya tepat sasaran,” terangnya  dalam acara Farm Field Day Panen Jagung Kerjasama Dinas Pertanian Kabupaten Purbalingga dengan PT BISI International TBK di Desa Penolih, Kecamatan Kaligondang, Selasa (30/4/2019).

Menurut Lily, penggunaan pupuk bersubsidi tersebut, sepadan dengan hasil panen yang diklaim meningkat. Dia berharap, petani bisa memanfaatkan kartu tani sebaik-baiknya, untuk kepentingan produksi pertaniannya. Dibagian lain, mengenai pengembangan lahan tanman jagung, mulai Oktober 2018 hingga Maret 2019, tercapai penanaman jagung seluas 4725 hektare. Jumlajhnya mencapai 48,86 persen dari target Kementerian Pertanian yang seluas 9671 hektare.

“Pengembangan jagung di 2019 direncanakan bantuan dari APBD maupun APBN seluas 3145 hektare, dan khusus untuk tanaman jagung pada umumnya para petani sudah menggunakan benih unggul dan sebagian besar adalah menggunakan BISI baik BISI 18, BISI 16,” jelasnya.

Saat ini budi daya jagung di Purbalingga sudah menggunakan alat mesin pertanian. Baik alat tanam maupun corn sheller (alat pemipil jagung). Selain itu, juga diberikan bantuan benih padi seluas 1000 hektare, dari Balai Benih Sukamandi 1400 hektare, bantuan benih jagung 2695 hektare, bantuan benih kedelai 2014 hektare.

“Dalam rangka pengembangan inovasi, juga dilaksanakan tumpang sari maupun tumpang gilir, yang kita namakan tugiman jagosuper (tumpang gilir tanaman jagung padi gogo super), ada juga tugiman jalesuper (tumpang gilir tanaman jagung kedelai super), turiman galesuper (tumpang sari tanaman padi gogo kedelai super). Itu semua dalam rangka peningkatan produktivitas pertanian di Kabupaten Purbalingga,” pungkasnya.

Lihat juga...