Perbaiki Kinerja, KSU Derami Padang Intensifkan Rapat Triwulan

Editor: Koko Triarko

PADANG – Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, menargetkan pada tahun ini kinerja koperasi mengalami peningkatan jika dibandingkan tahun sebelumnya.

Ketua KSU Derami Padang ,Sayu Putu Ratniati, mengatakan, tujuan dilaksanakannya rapat triwulan, agar persoalan-persoalan yang ditemukan di lapangan dapat dibahas bersama, tanpa harus menumpuk di saat momen Rapat Tahunan Anggota (RAT) saja. Dengan diketahuinya persoalan per triwulan itu, bisa dilakukan berbagai upaya.

Ketua KSU Derami Padang, Sayu Putu Ratniati/ Foto: M. Noli Hendra

“Biasanya ada kita lakukan rapat triwulan, tapi belum menghasilkan perbaikan ke koperasi. Nah sekarang, kita benar-benar betul mengevaluasinya. Semoga dengan cara ini, kondisi KSU Derami lebih baik lagi,” katanya, Senin (29/4/2019).

Ayu menjelaskan, selama ini KSU Derami berjalan atas dasar kondisi-kondisi di lapangan yang disampaikan oleh pengurus Pos Pemerdayaan Keluarga (Posdaya), yang diterima bulat-bulat oleh jajaran pengurus koperasi. Kini, perlu dilakukan crosscheck ke lapangan, apakah betul atas kondisi yang dilaporkan oleh pengurus Posdaya.

Menurutnya, KSU Derami dalam beroperasi selama ini yang menjadi mitra anggota ialah Posdaya. Sehingga secara otomatis, anggota Posdaya menjadi anggota KSU Derami. Maka, segala hal kondisi di lapangan, Posdaya lebih tahu dari koperasi.

Dalam rapat triwulan, akan diketahui bagaimana perkembangan kondisi ekonomi masyarakat, melalui peranan Posdaya.

“Jadi, konsisten dengan rapat triwulan ini merupakan semangat besar bagi kami untuk membuat koperasi dan masyarakat hidup lebih baik. Melalui unit usaha Tabur Puja di KSU Derami, diharapkan betul, ekonomi masyarakat terus tumbuh dengan baik,” ujarnya.

Dikatakannya, mengingat RAT baru saja selesai dilakukan, maka penerapan komitmen untuk serius dalam rapat triwulan itu, bakal dilakukan tiga bulan mendatang, atau usai Lebaran nanti.

Ramadan dan Lebaran adalah momentum yang biasanya cukup banyak persoalan yang dihadapi, maka akan sangat bagus pembahasan yang ada pada rapat triwulan mendatang.

Biasanya dalam rapat trwiulan, lebih banyak berbicara tentang tunggakan kredit, dan kondisi pengajuan pinjaman modal usaha Tabur Puja di setiap Posdaya.

Dengan demikian, dari 33 Posdaya yang ada, KSU Derami akan mencatat segala persoalan, dan mengambil langkah supaya ada solusi dari persoalan tersebut.

“Kalau soal tunggakan yang dibahas, biasanya yang diberikan solusinya itu bagaimana cara pendekatan pengurus Posdaya ke masyarakat yang bersangkutan. Karena dengan karakter masyarakat kurang mampu, akan sulit menemukan solusi, jika hanya dilakukan dengan cara didesak. Jadi, pendekatan itu seperti mengetahui terkait kondisi ekonomi yang dihadapi, jika mengalami masalah di usaha yang dijalani, maka diberikan semacam bimbingan, supaya usaha berjalan baik, dan pembayaran kreditnya pun lancar,” ungkapnya.

KSU Derami berkomitmen untuk menurunkan angka tunggakan kredit yang tercatat pada tahun 2018, tunggakan kredit di KSU Derami mencapai angka di bawah 4 persen dari modal Rp3 miliar.

Setidaknya dengan mengambil langkah cepat mengatasi persoalan di lapangan, NPL pun dapat ditekan, dan Sisa Hasil Usaha (SHU) dapat memperolah hasil yang menggembirakan.

“Intinya dalam menjalankan koperasi dan Posdaya itu, butuh pendekatan secara sosial dan gotong royong. Sejauh ini, hal ini terus diwujudkan supaya masyarakat yang berada di bawah KSU Derami dapat hidup dalam ekonomi yang lebih baik,” tegasnya.

Lihat juga...