Jembatan Sikop, Wahana Baru di Pantai Merak Kunjir

Editor: Koko Triarko

LAMPUNG – Inovasi di sejumlah destinasi wisata di Lampung Selatan, terus dilakukan oleh sejumlah pelaku usaha pariwisata, pascatsunami pada Desember 2018. Salah satunya di destinasi wisata bahari pantai Merak Kunjir. Selain pembenahan wahana baru sebagai sajian unik dan menarik, warga juga membuat jembatan sikop.

Nuri (40) salah satu warga Kunjir menyebut, inovasi sangat dibutuhkan untuk menarik wisatawan datang berkunjung. Pembenahan destinasi wisata bahari berkaitan dengan atraksi, amenitas dan aksebilitas (3A).

Atraksi yang dibenahi dan ditingkatkan di pantai Merak Kunjir berupa atraksi untuk bermain di pantai, bermain kano, snorkeling serta swafoto.

Menurutnya, swafoto di pantai Merak Kunjir sangat menarik, dengan latar belakang Gunung Anak Krakatau (GAK). Sementara, keberadaan amenitas wisata berupa tempat bersantai berupa kursi kayu dan keberadaan tempat usaha kuliner mulai dibenahi.

Nuri juga menyebut, aksebilitas di destinasi wisata pantai Merak Kunjir juga mulai dibenahi. Ia juga memastikan, sinyal telekomunikasi sangat lancar, sehingga pengunjung bisa mengunggah video atau foto ke media sosial, saat berada di destinasi pantai Merak Kunjir.

Penambahan wahana baru sebagai atraksi yang unik, kata Nuri, dilakukan warga dengan membuat jembatan sikop, didukung oleh pemerhati wisata di Lamsel.

“Saat destinasi wisata mulai pulih, warga sepakat untuk meningkatkan kunjungan dengan membuat wahana-wahana baru yang berbeda dari objek wisata lain,” terang Nuri, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (7/4/2019).

Nuri menjelaskan, jembatan sikop dalam bahasa Lampung, bermakna jembatan cantik. Jembatan yang menjorok ke laut dengan panjang sekitar 15 meter tersebut, dikonsep seperti jembatan dermaga tambat perahu milik nelayan untuk mencari ikan.

Jembatan Sikop terbuat dari kayu gelam -Foto: Henk Widi

Jembatan sikop dibuat dari kayu gelam yang diikat menggunakan tambang. Lantai terbuat dari bambu utuh selebar satu meter, dan pada ujung jembatan diberi aksesoris Siger.

Siger berwarna kuning dibuat dua lokasi pada bagian masuk jembatan serta ujung jembatan sikop. Sebuah tiang bendera yang terpasang pada ujung jembatan sekaligus simbol bangkitnya Lampung Selatan dan Indonesia usai tsunami.

Pembuatan jembatan sikop, menurut Nuri, menjadi bagian upaya pemulihan destinasi wisata yang mengalami kerusakan usai tsunami tersebut.

Ciri khas lokal dengan kehadiran Siger topi khas Lampung menjadikan destinasi wisata pantai Merak Kunjir cocok untuk berswafoto.

“Selain bisa berswafoto, pengunjung kerap menikmati pantai Merak Kunjir untuk berenang, sebagian loncat atau terjun dari jembatan sikop,” papar Nuri.

Rika (13), pengunjung di destinasi wisata pantai Merak Kunjir mengaku menyukai wahana jembatan sikop, yang menjadi salah satu spot wahana baru sejak satu bulan terakhir, terutama bagi pemburu spot unik.

Spot unik tersebut kerap digunakan untuk melakukan kegiatan swafoto dengan latar belakang jembatan dan pantai. Selain jembatan sikop, sejumlah spot foto berupa minatur ikan lumba-lumba juga disediakan di pantai tersebut.

“Kami kerap datang ke sini untuk berswafoto, lalu diunggah ke media sosial Instagram serta Facebook,” tutur Rika.

Waktu paling tepat berada di jembatan sikop, menurut Rika, pada sore hari. Sebab, ia bisa menikmati suasana matahari terbenam (Sunset) dari jembatan sikop.

Nuri, salah satu warga Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan -Foto: Henk Widi

Beberapa anak-anak yang menyukai atraksi terjun dari jembatan sikop, sekaligus menjadi pemandangan menarik. Kondisi air laut yang jernih di lokasi destinasi wisata pantai Merak Kunjir, juga menjadi wahana foto bawah air yang menarik.

Hal yang sama diakui Susilo (35), pengunjung asal Sragi yang terkesan dengan kunjungan ke pantai Merak Kunjir. Keberadaan jembatan sikop, menurutnya bisa menjadi wahana baru yang menarik. Sebab, selama ini kunjungan ke pantai hanya disajikan pemandangan laut.

Kondisi pantai yang bersih dengan pemandangan bawah air, membuat ia bisa melakukan aktivitas berenang. Fasilitas alat snorkeling membuatnya bisa menikmati keindahan batu karang dan ikan hias di bawah jembatan sikop.

Yodistira Nugraha, Ketua Komunitas Peduli Wisata (Pelita), mengaku ikut mendukung sektor pariwisata di Lamsel. Salah satu pendampingan pada destinasi wisata pantai Merak Kunjir melibatkan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).

Berbekal modal seadanya, warga berniat membuat jembatan sikop, yang semula akan dibuat dari bambu.

“Melalui sejumlah pertimbangan akhirnya jembatan sikop kami buat menggunakan kayu gelam, kini jembatan sudah jadi, dan menjadi daya tarik baru bagi wisatawan,” beber Yodistira Nugraha.

Kehadiran wahana baru sekaligus memberi dampak positif, terutama bagi pelaku usaha kuliner. Warga bahkan mulai membuat usaha kuliner, memenuhi kebutuhan wisatawan. Antara lain, berupa makanan dan minuman, dan memberi penghasilan bagi warga.

Selain menawarkan keindahan bagi pengunjung untuk terus datang, pemilik usaha kuliner juga mendapat penghasilan dari hasil penjualan kuliner.

Ia menyebut, objek wisata yang sudah berjalan normal diharapkan bisa menjadi sumber penghasilan warga.

Lihat juga...