Belasan Ribu Loker Tersedia di “Job Fair” Nasional 2019
Editor: Mahadeva
BEKASI – Kementerian Ketenagakerjaan menggelar pameran kesempatan kerja atau Job Fair tingkat Nasional ke-19 di Bekasi. Kegiatan yang dimulai Kamis (4/4/2019) tersebut akan berlangsung dua hari.
Di kegiatan tersebut, diikuti 130 perusahaan dari berbagai sektor seperti manufaktur, retail, mining, trading, human resources. Total pekerjaan yang tersedia mencapai 11.362 lowongan kerja (Loker). “Acara ini gratis bagi para pencari kerja, untuk mendapatkan pekerjaan dan pengguna tenaga kerja yang akan mendapatkan tenaga kerja sesuai kebutuhan perusahaan,” kata Menaker, Hanif Dhakhiri, Kamis (4/4/2019).
Dikatakan Job Fair Nasional ke 19 tersebut, juga tersedia kesempatan kerja dibuka untuk kalangan difable. “Kita juga buka untuk saudara-saudara kita kalangan difable dalam rangka memberikan kesempatan yang sama kepada seluruh pencari kerja di Indonesia,” tandasnya.
Sebelumnya, Kemenaker telah menggelar Job Fair ke-18, di Kemayoran Jakarta. Job Fair di Kota Bekasi mempertimbangkan angka pengangguran di daerah tersebut terbilang tinggi, yaitu mencapai 9 persen. Kondisinya masih di atas rata-rata nasional.
“Merujuk data BPS masih tinggi mencapai 9 persen. Kota Bekasi ini daerah yang berada dalam lingkup megapolitan, terus tumbuh menjadi kota besar. Dan Kota Bekasi pun termasuk daerah penyangga ibukota, terlihat dari laju pertumbuhan penduduk, serta pemukiman yang terus bertambah,” paparnya.
Hanif berharap, kegiatan tersebut menjadi perwujudan komitmen nyata pemerintah dalam memberantas angka pengangguran dan memperluas kesempatan kerja. “Semoga mempercepat penurunan angka pengangguran,” tandasnya.
Plt Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Bekasi, Sudirman, mengakui Pemerintah Kota Bekasi memproyeksikan lapangan kerja terbuka selama lima tahun kedepan, hingga 150 ribu lowongan. Job fair dimaksudkan untuk mengurangi tingkat pengangguran.Diharapkan sinergisitas antara pemerintah pusat dengan daerah, untuk penanggulangan masalah pengangguran yang masih tinggi di Kota Bekasi.
“Pelaku usaha harus berkontribusi dan berperan aktif bersama menanggulangi soal pengangguran. Kegiatan ini dapat memotivasi dan tenaga kerja baru,” tukasnya.