Banjir Bandang Landa Bakauheni, Sejumlah Rumah Rusak

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Banjir bandang melanda sejumlah dusun di Dena Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lampung Selatan (Lamsel).

Hujan dengan intensitas lebat yang terjadi sejak Jumat malam (26/4) hingga Sabtu pagi (27/4) mengakibatkan puluhan rumah warga diterjang air bercampur lumpur.

Warmono, ketua RT 1 Dusun 6 Kenyayan, Bakauheni menyebut, saat banjir melanda puluhan warga terpaksa diungsikan ke lokasi yang aman. Selain warga, sejumlah barang-barang elektronik warga juga diungsikan ke lokasi yang aman.

Warmono menyebut, banjir bandang tersebut karena sungai kecil yang ada di dekat perkampungan warga meluap. Meluapnya saluran air yang tertutup oleh material batang, ranting kayu membuat air bercampur lumpur masuk ke dalam rumah.

Sedikitnya 30 rumah di dusun Way Baka, dusun Kenyayan, mengalami kerusakan pada bagian pintu, kaca hingga sejumlah ruangan terendam banjir. Sejumlah dinding rumah bahkan jebol termasuk talud sungai yang diterjang banjir bandang.

Selain sejumlah rumah warga yang mengalami kerusakan, infrastruktur jalan dan jembatan jebol akibat banjir bandang tersebut. Material batang kayu serta sejumlah ranting kayu yang terbawa arus air bahkan menutupi akses jalan penghubung di Dusun Kenyayan.

Sejumlah kendaraan roda empat yang akan melintas terpaksa harus mengambil jalan alternatif lain akibat jalan dipenuhi material sampah.

“Warga masih melakukan proses pembersihan material sampah yang masuk ke dalam rumah sekaligus membersihkan perabotan rumah yang terkena lumpur terutama peralatan dapur,”  terang Warmono saat ditemui Cendana News, Sabtu (27/4/2019).

Warmono mengungkapkan, saat banjir bandang melanda sejumlah warga dibantu oleh personel tim siaga Search and Rescue (SAR) unit siaga Bakauheni. Air yang meluap hingga ke perumahan warga disebutnya pada sejumlah lokasi mencapai ketinggian sekitar satu meter.

Sejumlah warga yang memiliki barang-barang berharga terutama barang elektronik terpaksa harus mengungsikan barang tersebut ke rumah warga lain yang lebih tinggi.

Ia menyebut, pascabanjir bandang di wilayah Kenyayan dan sekitarnya belum ada bantuan dari instansi terkait. Sebab sejak malam hingga pagi sebagian warga yang peralatan dapurnya terendam air belum bisa melakukan aktivitas memasak.

Sebagian warga diakuinya masih fokus melakukan pembersihan rumah dari material lumpur dan air yang masih menggenang. Akses jalan yang masih dipenuhi lumpur serta material batang kayu dan sampah bahkan terus dibersihkan oleh warga.

Wasti, salah satu warga di Dusun Kenyayan menyebut, akibat banjir bandang sejumlah perabotan rumah tangga miliknya basah.

Wasti, membersihkan sejumlah peralatan dapur yang terendam banjir – Foto: Henk Widi

Sejumlah peralatan memasak di bagian dapur diakuinya sebagian hanyut karena air banjir yang cukup deras.

Ia memastikan sejak pagi hingga siang ia belum bisa memasak karena kompor gas dan tabung gas miliknya terendam air. Sejumlah ibu rumah tangga yang belum sempat memasak bahkan terpaksa harus membeli nasi bungkus.

“Saat ini sejumlah ibu rumah tangga masih fokus membersihkan dapur sehingga tidak memasak,” papar Wasti.

Wasti berharap, ada bantuan dari instansi terkait terutama kebutuhan bahan makanan. Sejumlah bantuan untuk kebutuhan konsumsi warga di antaranya mie tinstan serta tenda darurat.

Banjir bandang tersebut diakui Wasti terjadi akibat material tanah pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

Lihat juga...