TPA dan TPS Tak Beroperasi, Yogyakarta Panen Sampah dan Bau Busuk

Editor: Mahadeva

YOGYAKARTA – Pemandangan kumuh dan bau kurang sedap, menghiasi sejumlah ruas jalan utama di Yogyakarta beberapa hari terakhir.

Hal tersebut menjadi pemandangan yang kurang menyedapkan di kota pariwisata sekaligus kota budaya tersebut. Puluhan Tempat Pembungan Sementara (TPS) di Kota Yogyakarta berhenti beroperasi, sejak Senin (25/3/2019) lalu.

Akibatnya, berton-ton sampah dari seluruh penjuru Kota Yogyakarta tidak terangkut ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA). Sampah dibiarkan menumpuk di sejumlah TPS, baik yang berada di pasar maupun ruas jalan utama.

Salah satunya, seperti yang terlihat di TPS Mandala Krida Yogyakarta, Rabu (27/03/2019). Sampah nampak menumpuk dan menggunung di lokasi tersebut. Sejumlah truk dan gerobak berisi penuh sampah, nampak mangkrak dan tak beroperasi. Sejumlah pekerja juga hanya menganggur dan tidak bekerja.

Parno menunjukkan gunung sampah di TPS Mandala Krida yang menumpuk dan tak terangkut – Foto: Jatmika H Kusmargana

“Sejak Senin sampah tak bisa diangkut ke TPA Piyungan Bantul. Karena jalan menuju lokasi TPA Piyungan ditutup untuk diperbaiki. Kemungkinan baru bisa dibuka Jumat besok,” ujar Parno, salah seorang petugas pengelola sampah di TPS Mandala Krida.

Parno menyebut, akibat tidak bisa diangkut dan menumpuk, sampah-sampah tersebut mulai menimbulkan bau busuk dan menyengat. Hal itu mulai dikeluhkan warga. “Karena memang kalau dua hari tak diangkut, sampah biasanya akan mulai muncul belatung. Sehingga bau busuk menyengat otomatis akan keluar,” jelasnya.

TPA Piyungan merupakan satu-satunya lokasi pembangunan akhir sampah di DIY. Seluruh sampah dari Sleman, Yogyakarta dan Bantul dibuang di TPA tersebut. Sehingga, jika satu hari saja TPA Piyungan tidak beroperasi, maka dampaknya akan dirasakan di wilayah-wilayah tersebut.

Lihat juga...