Tingkatkan Kualitas Pendidikan, Anies Resmikan 95 Sekolah

Editor: Satmoko Budi Santoso

JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, telah meresmikan 95 gedung sekolah tingkat Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), Sekolah Menengah Atas (SMA), Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Luar Biasa (SLB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) yang baru direnovasi dengan menghabiskan anggaran sekitar Rp 2 triliun.

Anies mengatakan, dengan renovasi gedung sekolah itu, dapat meningkatkan mutu pendidikan bagi siswa-siswi di Ibu Kota Jakarta. Sehingga terbentuk karakter anak bangsa yang baik.

“Ini adalah tempat menumbuhkan karakter, menumbuhkan kebiasaan positif. Semua harus memiliki karakter pembelajar, gurunya, tenaga kependidikan, siswanya, orang tuanya. Sekolah adalah tempat untuk terus menerus belajar,” kata Anies di SDN 01 Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, Jumat (8/3/2019).

Selain itu, dia meminta seluruh jajaran Dinas Pendidikan meningkatkan kualitas kerja. Selain itu, lanjut Anies, perlu untuk memberikan pelayanan lebih baik setelah mendapat gedung baru.

“Jika masalah pendidikan di Jakarta belum tuntas, tidak boleh merasa nyaman, tapi gelisah. Kita baru tenang kalau semua anak dapat pendidikan berkualitas,” tegas Anies.

Dengan fasilitas gedung pendidikan yang lebih baik, Anies berpesan kepada semua tenaga pendidikan untuk tidak terlena dalam mendidik anak-anak sekolah.

“Fasilitas yang bagus ini jangan kemudian membuat kita terlena, seakan-akan dengan gedung bagus, maka aman. Aman itu target tercapai bila proses belajar mengajar berlangsung,” kata Anies.

Selain itu, gedung sarana dan prasarana pendidikan atau gedung sekolah yang direhab serta menjadi pilot project, dipastikan ramah bagi disabilitas atau Anak Berkebutuhan Khusus (ABK).

“Kita meresmikan gedung sekolah yang mengalami rehab besar, meliputi SD, SMP, SMA, SMK, SLB dan PKBM. Insyaallah semuanya dirancang setara untuk semua, jadi ramah bagi penyandang disabilitas. Kantor Dinas (Pendidikan DKI Jakarta) juga diresmikan hari ini. Diharapkan ekosistem pendidikan di Jakarta menjadi lebih baik, karena dinasnya menunaikan semua yang menjadi kewajiban dengan sebaik-baiknya, dan hak para guru tenaga pendidikan tertunaikan juga,” paparnya.

Anies menambahkan, bahwa gedung-gedung sekolah yang menjadi pilot project direhabilitasi total ini juga ramah lingkungan. Sebab gedung-gedung sekolah ini dilengkapi dengan sistem tata udara alami dan panel surya. Salah satunya yakni SDN Pondok Labu 01 Pagi.

Selain itu juga memiliki desain unik yang tampil dengan wajah baru, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih baik dan nyaman bagi anak-anak maupun semua komponen sekolah.

“Tumbuhkan kegiatan belajar mengajar dalam arti yang sesungguhnya. Suasana yang menyenangkan bagi siswa, guru dan juga suasana yang menantang. Munculkan perasaan belajar dengan target yang tinggi, tapi suasananya menyenangkan. SD ini dilengkapi juga dengan solar panel untuk satu, pembelajaran bagi anak-anak tentang sumber energi berkelanjutan. Kedua, kami mulai secara bertahap di tempat-tempat yang kegiatannya dilakukan siang hari,” kata Anies.

Tak hanya gedung sekolah, Pemprov DKI juga membangun kantor baru Dinas Pendidikan (Disdik) DKI di Pondok Labu, Jakarta Selatan.

Menurut Aniss, kantor baru ini dapat memacu semangat para staf untuk meningkatkan kinerjanya. Dia juga berharap para pegawai dapat melayani guru yang hendak mengurus administrasi.

“Kantor Dinas Pendidikan ini bagus sekali, kita bersyukur. Jika kantornya sudah bagus, maka fasilitas sekolah di Jakarta harus lebih baik dari kantor Dinas Pendidikan DKI Jakarta,” imbuhnya.

Dia juga meminta agar seluruh jajaran Disdik dapat mengayomi dan memenuhi fasilitas guru serta siswa di DKI. Dia juga meminta agar para guru fokus pada pendidikan.

“Kantor Dinas Pendidikan ini harus mengayomi siswa, memuliakan guru dan tinggikan derajat guru. Saya tidak ingin kantornya bagus, tapi guru repot. Namun harus dibalik, guru bisa tenang dan fokus pada pendidikan,” tuturnya.

Sedangkan, Kepala Dinas pendidikan DKI Jakarta, Ratiyono, menjelaskan, bahwa dari ke 97 gedung bangunan sekolah yang diresmikan, enam di antaranya merupakan bangunan yang dijadikan sebagai pilot project atau percontohan bagi sekolah-sekolah lainnya.

Keenam sekolah tersebut telah memenuhi kriteria sebagai sekolah yang ramah disabilitas dan ramah lingkungan.

“Jadi enam sekolah percontohan ini, memenuhi kriteria sekolah ramah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK), ramah Iingkungan atau sistem tata udara alami dan memiliki panel surya, serta memiliki desain yang unik. Tampil dengan wajah baru, sehingga anak-anak kita tercinta, kerasan berada di sekolah, dan tampilan sekolah tidak membosankan,” kata Ratiyono.

Diberitahukan, Anies secara simbolis meresmikan rehabilitasi total 98 sarana prasarana pendidikan di Provinsi DKI Jakarta. Bangunan yang direnovasi yaitu satu Gedung Dinas Pendidikan Provinsi DKI Jakarta, 95 (sembilan puluh lima) gedung sekolah yang meliputi SD, SMP, SMA, SMK, SLB dan PKBM di wilayah Provinisi DKI Jakarta, serta 2 (dua) Gedung Asrama Sekolah.

Berikut rincian 98 gedung yang diresmikan, yaitu 5 gedung SLB, 71 SD, 16 SMP, 1 SMA, 1 SMK, 1 gedung Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), 2 asrama, dan 1 gedung kantor.

Enam di antara 95 sekolah tersebut menjadi sekolah percontohan, yakni SMP Negeri 59 Kemayoran Jakarta Pusat, SDN Susukan, SDN Lagoa, SDN Cengkareng, SDN Pondok Labu, dan SDN Untung Jawa di Kepulauan Seribu.

Lihat juga...