Taman Mini Menari, Ajang Lestarikan Budaya Daerah

Editor: Makmun Hidayat

JAKARTA — Ratusan penari dengan ragam busana tradisional daerah berlenggok gemulai di area Plaza Tugu Api Pancasila Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Minggu (24/3/2019) sore.

Sajian ragam tarian khas daerah yang dibawakan anak-anak belia ini, terbalut dalam Taman Mini Menari. Mereka mengajak pengunjung TMII untuk menari bersama.

Kita Production mengawali gelaran Taman Mini Menari dengan menyanyikan lagu Cinta Taman Mini. Alunan lagu ini diikuti oleh seluruh peserta.

Tampilan selanjutnya adalah Tari Kamonesan dari diklat Anjungan Jawa Barat TMII. Gerak gemulai para penari cilik ini dengan busana tradisional warna cerah sangat memukau, hingga peserta lainnya turut menari.

Selanjutnya, tari Indang persembahan sanggar Gita Budaya, yang juga memukau. Berlanjut penampilan RPTRA Permai dalam gerak tari Nandak Ganjen.

Tarian Monel persembahan sanggar Salwa Nusantara sangat menarik pandangan mata. Begitu pula dengan gerakan lincah para penari Petikan dari Diklat Seni Istana Anak-Anak Indonesia.

Tari Bajo Ijo penampilan para guru yang bergabung dalam Forum Komunikasi Guru binaan TMII, terlihat mempesona.

Terakhir Tari Maumere yang dimeriahkan Paguyuban Boneka Seni TMII. Gerakan lincah tarian ini diikuti seluruh peserta tari dan bahkan pengunjung larut dalam goyangan tarian khas Nusa Tenggara Timur (NTT), ini.

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi. – Foto: Sri Sugiarti

Kepala Bidang Diklat dan Pembinaan Potensi TMII, Endang Sari Dewi, mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memberikan kesempatan kepada setiap diklat anjungan daerah dan sanggar di luar TMII dalam pelestarian seni budaya kepada pengunjung.

“Taman Mini menari ini merupakan program budaya TMII. Wahana eksistensi para peserta diklat seni maupun sanggar sekolah tampil lestarikan budaya daerah,” ujar Endang kepada Cendana News ditemui di sela-sela acara.

Tahun 2019 ini, jelas dia, konsep Taman Mini Menari berbeda dari tahun lalu. Dimana tahun ini, semua tarian dari berbagai diklat seni anjungan daerah dan sanggar yang ada di TMII dan Jabodetabek.

Karena menurutnya, potensi ini merupakan potensi anak-anak. Sehingga perlu dievaluasi kembali agar ada daya tarik. Dan juga salah satu materi menari itu menjadi worshop.

“Jadi yang akan ditampilkan nanti seperti diklat anjungan Jabar yang ditampilkan menjadi salah satu workshop tari yang di Taman Mini Menari ini. Dengan tujuan, mereka biar mengenal tari khas Jabar,” ujarnya.

Tujuan lainnya adalah agar anak yang sudah tampil dengan beberapa kostum dengan lengkap itu. Saat tampil di Plaza Tugu Api Pancasila TMII ini dilihat. “Jadi mereka saling melihat, oh kostum tari Monel seperti ini. Jadi mereka saling mengenal kostum dan geraknya,” paparnya.

Disamping itu lanjutnya, agar anak-anak tidak terlalu lelah untuk ikut menari dari awal sampai akhir tarian.

Endang berharap lewat Taman Mini Menari ini tetap mempertahankan, melestarian serta menanamkan cinta budaya pada generasi muda. Karena pendidikan itu diawali dari sejak dini.

“Kita berusaha untuk menanamkan nilai-nilai tradisi itu sejak dini. Diharapkan kedepannya jadi tonggak estafet bagi generasi penerus bangsa untuk meneruskan para seniman dan budayawan,” pungkasnya.

Lihat juga...