Sinergi Perguruan Tinggi dan Pembangunan Bali
Editor: Satmoko Budi Santoso
SINGARAJA – Wakil Rektor 1, Ida Bagus Putu Arnyana, mengatakan, Program “Nangun Sat Kerti Loka Bali” sejalan dengan Visi Undiksha “Menjadi Universitas Unggul berlandaskan Falsafah Tri Hita Karana di Asia tahun 2045”.
Menurutnya, falsafah Tri Hita Karana yang dimaksud adalah menjaga keharmonisan hubungan antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia, dan manusia dengan alam. Falsafah Tri Hita Karana ini menjadi landasan bagi seluruh sivitas akademika dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, baik pendidikan dan pengajaran, penelitian serta pengabdian kepada masyarakat.
“Untuk menjadi unggul, Undiksha harus mampu bersaing dengan universitas-universitas lainnya baik di tingkat nasional, regional, maupun internasional. Undiksha harus mampu melahirkan lulusan-lulusan yang kompeten, berkarakter, dan berdaya saing,” ujar Ida Bagus Putu Arnyana, saat sosialisasi Program “Nangun Sat Kerthi Loka Bali” di Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha), Singaraja, Kamis (28/3/2019).
Ditambahkannya, Undiksha sebagai institusi akademik di pulau dewata, harus ikut berkontribusi dalam mewujudkan Visi Misi Pemerintah Provinsi Bali untuk mencapai “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”.
Undiksha menurutnya harus ikut berkontribusi mewujudkan kehidupan karma dan gumi Bali yang sejahtera dan bahagia melalui pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat sebagai dharma yang menjadi kewajiban bagi seluruh sivitas akademika.
“Membangun sebuah bangsa, kita harus membangun sumber daya manusianya. Generasi-generasi yang sudah dan akan dilahirkan oleh Undiksha adalah generasi-generasi yang akan membangun Bali ke depan. Saya berharap Undiksha sebagai institusi akademik dapat bersinergi dengan pemerintah daerah baik di tingkat provinsi maupun kabupaten dalam bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Bali memiliki keunggulan komparatif (comparative advantage), it’s given by God atau yang diberikan oleh Tuhan, alam yang indah, adat istiadat, budaya, dan kesenian yang beraneka ragam. Oleh karena itu, kita sebagai krama Bali harus menjaga keindahannya dan pelestariannya, serta mampu memanfaatkannya untuk kesejahteraan dan kebahagiaan masyarakat Bali,” imbuh Ida Bagus Putu Arnyana.
Sementara itu, Gubernur Bali, Wayan Koster, mengatakan, arah kebijakan dan program Pemerintah Provinsi Bali yang akan dilaksanakan adalah Visi “Nangun Sat Kerthi Loka Bali”. Melalui pola pembangunan semesta berencana, yang mengandung makna menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya untuk mewujudkan kehidupan krama Bali yang Sejahtera dan Bahagia, Sekala-Niskala menuju kehidupan krama dan Gumi Bali.

Dijelaskan Koster, sejumlah peraturan telah dikeluarkan untuk menata fundamental pembangunan Bali secara menyeluruh.
Lebih lanjut disampaikan Koster, Pemerintah Provinsi Bali telah membuat kebijakan dan program pembangunan yang siap diimplementasikan diantaranya pada bidang Pangan, Sandang, Papan, Kesehatan, Pendidikan, Jaminan Sosial, Ketenagakerjaan, Adat, Agama, Tradisi, Seni, Budaya serta bidang Pariwisata.
“Lima bidang prioritas tersebut tentunya didukung dengan pembangunan infrastruktur darat, laut, dan udara secara terintegrasi dan terkoneksi. Saat ini short cut Singaraja-Mengwitani sudah mulai dibangun. Kita berdoa agar semua ini bisa segera selesai, nantinya pemerataan ekonomi seluruh Bali akan terwujud,” ujarnya.
Terkait bidang Kesehatan, Koster mengatakan, telah mengeluarkan program Jaminan Kesehatan Nasional – Krama Bali Sejahtera (JKN-KBS) bekerjasama dengan kabupaten/kota se-Bali. Program ini memastikan bahwa 95% dari jumlah penduduk se-Bali mendapat Program jaminan Pelayanan Kesehatan. Sementara di idang pendidikan, Pemerintah Provinsi Bali menyiapkan pelaksanaan Program Wajib Belajar 12 tahun.
Untuk mendukung hal itu, Pemprov Bali akan membangun SMK baru di wilayah Kubu, Karangasem. Selain itu, akan disiapkan Beasiswa untuk pendidikan Dokter Spesialis Radiologi Onkologi untuk Kanker, Kandungan dan Anak serta Beasiswa Pendidikan S1, S2, S3 bagi Mahasiswa Bali yang kuliah di Bali dan Luar Bali.
Terkait dengan keberadaan Fakultas Kedokteran (FK) Undiksha, Koster berharap ke depan FK Undiksha bisa difungsikan sebagai pelayanan pariwisata daerah Bali. Hal ini dikatakan Koster mengingat Bali sebagai salah satu tujuan wisata dunia sudah seharusnya memberikan pelayanan yang terbaik kepada wisatawan baik mancanegara maupun domestik ke Bali.
“Bali sebagai destinasi wisata dunia, sudah seharusnya memberikan pelayanan kepada wisatawan khususnya pada pelayanan kesehatan. Kita harus bisa mengantisipasi segala hal yang bisa saja terjadi selama mereka melakukan kunjungan di Bali. Selain sebagai program studi yang berkaitan pengembangan dengan ilmu kedokteran, juga difungsikan sebagai pelayanan kepariwisataan.
Karena Kami akan membuat Peraturan Daerah mengenai standar pelayanan kesehatan termasuk pelayanan kesehatan bagi para wisatawan. Yang melakukan diving rawan tenggelam, yang naik gunung bisa kecelakaan atau terjatuh. Itu perlu penanganan khusus, dan itu program studi yang akan diberikan untuk pelayanan kepariwisataan. Ini memang berbeda dari fakultas kedokteran lainnya, ada sekitar 30 persen materi berkaitan dengan pariwisata, itu keunggulannya,” terang mantan anggota DPR RI tersebut.
Untuk mewujudkan itu semua, Koster berharap, dukungan serta komitmen kuat, kesungguhan serta kesejatian dan keluhuran hati dari Semeton Krama Bali tak terkecuali perguruan tinggi yang menjadi tempat mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) andal.
Untuk itu, ia berharap agar perguruan tinggi bisa bersinergi dengan pemerintah, baik provinsi maupun kabupaten/kota untuk menyukseskan pembangunan yang telah ia rancang.