Gunakan Sepeda, Siswa SD Ini Ajak Kawannya Mencintai Buku

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Semangat menebarkan kecintaan membaca buku sejak dini terus dilakukan tanpa memandang usia.

Salah satu semangat kecintaan membaca buku dilakukan oleh Khoirul Alfine Romadony (9) siswa di Desa Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Lampung Timur (Lamtim).

Siswa kelas 3 SDN Negeri Agung tersebut mengaku, mencintai buku sejak umur 5 tahun dengan buku yang sebagian dibelikan oleh orangtua. Sebagian buku bahkan dibeli dengan menabung lalu membeli buku di tempat rongsokan yang ada di Desa Mekarsari, Kecamatan Pasir Sakti.

Awalnya dengan uang tabungan anak yang akrab dipanggil Dony tersebut membeli buku dari tempat rongsokan dengan sistem kiloan, per satu kilogram buku ia membeli dengan harga Rp2.000. Satu kilogram buku rata-rata berisi 5 hingga 8 buku beragam judul rata-rata buku pelajaran.

Selain buku pelajaran sebagian merupakan buku cerita bergambar yang dibaca di rumah bersama teman-temannya. Buku-buku yang dibeli selanjutnya disimpan di rumah menggunakan kardus serta rak terbuat dari kayu yang semula hanya muat puluhan buku.

Mendapat dukungan dari sang ayah bernama Warsito (40) dan sang ibu Sri Rahayu (36) ia dapat rak buku tambahan. Rak buku tersebut terbuat dari kayu akasia, sengon dan bambu sisa pembuatan kursi, meja di tukang kayu.

Selanjutnya koleksi buku yang dimiliki bertambah atas bantuan dari pegiat literasi lain yang ada di Lampung Selatan dan Lampung Timur. Sebagian berasal dari donatur melalui program pustaka bebas bea melalui kantor pos meski jumlahnya terbatas.

Khoirul Alfine Romadony, siswa SDN 3 Negeri Agung, Kecamatan Gunung Pelindung, Kabupaten Lampung Timur – Foto: Henk Widi

“Saat ini saya mulai menyisihkan uang jajan untuk menabung yang akan dipergunakan untuk membeli buku sebagai tambahan koleksi karena kawan-kawan ingin meminjam buku bergambar,” terang Khoirul Alfine Romadony, saat ditemui Cendana News, tengah menyusun buku di rak buku miliknya, Kamis (28/3/2019).

Koleksi buku yang dimiliki Dony diakuinya saat ini berjumlah sekitar 500 buku dengan dominan berisi buku anak -nak, buku pelajaran, komik serta buku lain. Buku-buku tersebut sebagian dipinjam oleh teman-teman sebaya di SDN 3 Negeri Agung bahkan oleh siswa SMP hingga SMA di desa tersebut.

Para peminjam disebutnya sejak dua tahun terakhir tercatat secara rapi dalam buku peminjaman. Buku peminjaman tersebut berfungsi untuk mencatat semua buku yang sebagian dibawa ke rumah peminjam.

Dony menyebut para peminjam kerap membawa buku selama satu pekan selanjutnya akan meminjam buku lain. Ratusan buku tersebut disebutnya akan terus ditambah dengan uang tabungan yang dimiliki sebagian dibeli dari uang pemberian kerabat.

Salah satu kendala untuk membeli buku baru dengan jauhnya lokasi toko buku membuat Dony memilih membeli dari tukang rongsokan. Selain buku yang dipinjam pada perpustakaan pribadi yang ada di bagian rumah sebelah barat, ia juga berkeliling membawa buku menggunakan sepeda.

“Sepeda yang saya gunakan memiliki boncengan tersebut pertama kali diberi oleh kakek pada bagian belakang untuk meletakkan kotak buku,” beber Dony.

Kotak yang digunakan untuk membawa buku tersebut merupakan kotak minuman ringan yang dibeli dari tukang rongsokan dengan harga Rp20.000. Kotak tersebut selanjutnya digunakan untuk keliling membawa buku dengan jumlah sekitar 20 buku.

Ia menyebut berkeliling secara rutin setiap hari Jumat dan Sabtu memanfaatkan waktu sepulang sekolah. Tempat yang menjadi tempat berkeliling merupakan desa tetangga di antaranya Desa Umbul Keramat setiap hari Jumat sementara hari Sabtu ke Taman Pendidikan Alquran (TPA) Al Baroqah Desa Jukio.

Selain berkeliling di desa tetangga saat membawa buku dengan sepeda, Dony mengaku kawan satu sekolah juga meminjam bukunya. Peminjam diantaranya kerap meminjam usai pulang sekolah untuk dibaca di rumah.

Selama berkeliling menggunakan sepeda Dony juga menyebut pernah mengalami pecah ban dan rantai putus. Akibatnya ia harus pulang dengan menuntun sepeda hingga menemukan tempat menambal ban. Selain itu ia juga kerap kehujanan ketika berkeliling sehingga buku miliknya harus ditutupi plastik.

Pujiningtyas (12) salah satu siswa kelas 6 SDN 3 Negeri Agung mengaku, kerap meminjam buku pelajaran. Ia menyebut senang dengan adanya buku yang dimiliki oleh Dony adik kelasnya yang memiliki perpustakaan dengan koleksi buku cukup banyak.

Pujiningtyas, siswa kelas 6 SDN 3 Negeri Agung, Kecamatan Pasir Sakti, Lampung Timur – Foto: Henk Widi

Ia menyebut meski di perpustakaan sekolah memiliki koleksi buku, namun ia memilih meminjam buku di perpustakaan yang dimiliki oleh Dony.

“Semenjak dua tahun terakhir kegiatan Dony berkeliling memakai sepeda membawa buku bisa saya gunakan untuk membaca saat ada waktu luang,” papar Pujiningtyas.

Pujiningtyas juga menyebut, menjelang ujian buku yang sering dipinjam diantaranya buku pelajaran. Buku pelajaran tersebut diakuinya sebagai pendukung untuk persiapan ujian sebab sebagian merupakan buku latihan ujian.

Selain Pujiningtyas sejumlah siswa sekolah juga meminjam buku yang dibawa menggunakan sepeda. Keberadaan perpustakaan yang dimiliki Dony sekaligus berkeliling dengan sepeda ikut membantu anak-anak usia sekolah di desanya mendapat buku bacaan.

Sri Rahayu, sang ibu mengungkapkan, mendukung kegiatan sang anak yang menyediakan buku di rumah sebagai perpustakaan. Selain memberi dukungan dalam penyiapan tempat untuk perpustakaan ia juga bahkan mengajarkan sang anak untuk menabung.

Meski tabungan menggunakan bumbung bambu sebagian merupakan uang jajan yang disisihkan. Selain itu ia masih membantu sang anak merapikan buku yang diletakkan pada rak buku usai dipinjam oleh anak-anak sekaligus membaca di perpustakaan tersebut.

Sri Rahayu juga menyebut, keberadaan perpustakaan dengan koleksi buku ikut membantu kecintaan membaca anak-anak di desa tersebut. Pasalnya, pada saat ini anak-anak usia sekolah dasar mulai asyik bermain gawai untuk bermain game.

Kegiatan bermain game dengan menggunakan smartphone diakuinya kerap membuat anak-anak lupa belajar. Melalui keberadaan buku yang disiapkan tersebut, bisa mengurangi kecenderungan untuk bermain game.

Lihat juga...