Ratusan Hektare Tanaman Padi di Mabar Terdampak Bencana
Editior: Koko Triarko
LABUAN BAJO – Banjir yang terjadi awal Maret 2019 disertai angin kencang yang terus berlangsung, membuat ratusan hektare sawah di kabupaten Manggarai Barat (Mabar), terendam banjir. Kerusakan tanaman padi juga terjadi akibat hujan yang terus turun dengan lebat.
“Prediksi kami, produksi padi di kabupaten Manggarai Barat menurun drastis. Untuk kecamatan Komodo saja, 569, 89 hektare lahan tanaman padi terendam banjir,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Manggarai Barat, Anggalinus Gapul, Senin (18/3/2019).

Menurut Anggalinus, selain Kecamatan Komodo, banjir juga merendam tanaman padi di Kecamatan Macang Pacar seluas 61,75 hektare, Boleng seluas 80,15 hektare, Lembor 3,75 hektare, Mbeliling 99,75 hektare serta Kecamatan Sanonggoang 31,7 hektare.
“Banjir dan angin kencang juga mengakibatkan rusakanya tanaman jagung, pisang dan kelapa. Juga rusaknya tanaman vanili, kopi, kakao cengkih, kemiri serta sayur-sayuran,“ ungkapnya.
Menurutnya pula, alat dan mesin pertanian pun, seperti traktor tangan, mesin sedot air serta alat penyemprot, juga ikut mengalami kerusakan akibat bencana alam. Berdasarkan data sementara, total kerugian mencapai Rp11,64 miliar.
“Petugas kami sedang melakukan pendataan terkait bencana angin kencang dan banjir yang merendama tanaman pertanian dan perkebunan milik warga,” terangnya.
Sumardi, Kepala Desa Siru di Kecamatan Lembor, menyebutkan, angin kencang juga mengakibatkan tanaman padi di desanya seluas 3,76 hektare ternacam mengalami penurunan produksi. Terdapat tiga kelompok tani pemilik lahan sawah yang terdampak.
“Kami merasa kuatir, hasil panen akan menurun akibat banyaknya tanaman padi yang mengalami kerusakan akibat angin kencang. Umur padi masih berkisar antara 75 hingga 80 hari,” terangnya.
Koordinator Balai Penyuluh Pertanian Lembor,Rusman, membenarkan adanya tanaman padi yang rebah akibat terkena angin kencang di Desa Siru, Kecamatan Lembor. Banyak tanaman padi yang rebah tersebut sedang berbunga.
“Kalau terus terjadi hujan lebat, maka tanaman padi tidak akan kembali ke posisi semula. Tentunya, hal ini akan berdampak besar terhadap menurunnya produksi padi sawah,” tuturnya.