Periksa Lalu Lintas Ikan, Angkasa Pura Kerja Sama Balai KIPM
Editor: Satmoko Budi Santoso
BALIKPAPAN – Untuk meningkatkan pengawasan dan efektivitas lalu lintas ikan, PT Angkasa Pura I (Persero) Cabang Balikpapan, Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan bersama Balai Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) kota Balikpapan, menandatangani perjanjian kerjasama.
Perjanjian kerjasama ini tindak lanjut atas Nota Kesepahaman yang telah ditandatangani sebelumnya di Pusat.
Sab Lestiawan, Kepala BKIPM kota Balikpapan, mengungkapkan, dalam meningkatkan sinergisitas BKIPM yang selama ini terjalin dengan Angkasa Pura I perlu dilaksanakan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama tentang Pemeriksaan Lalu Lintas Ikan dan Hasil Perikanan di Bandara SAMS Sepinggan.
“Dengan Perjanjian Kerja Sama ini diharapkan ada peningkatan koordinasi dan sumber daya manusia dalam rangka pengawasan dan efektivitas pemeriksaan lalu lintas ikan,” ucapnya saat membuka acara, Rabu (27/3/2019).
Diketahui, nilai sumber daya ikan yang berhasil diselamatkan oleh PT Angkasa Pura I melalui 13 bandara yang dikelola pada tahun 2018 lalu mencapai Rp. 125.149.940.000.
Menanggapi hal tersebut, Farid Indra Nugraha selaku General Manager PT Angkasa Pura mengatakan, secara filosofi kebutuhan harus terlayani dengan baik, sebagai pengelola Bandara SAMS Sepinggan tentunya menginginkan potensi-potensi yang ada bernilai baik dan berdaya saing.
“Beberapa hal yang sudah disepakati dengan BKPIM untuk dapat bersinergi dengan berbagai dukungan unsur-unsur lain membantu meningkatkan pelayanan baik dari karantina, otoritas maupun yang lainnya, sehingga bandara ini beberapa waktu lalu juga meraih prestasi peringkat 1 dunia dari Airport Council Internasional,” bebernya.
Untuk itu Bandara SAMS Sepinggan sebagai salah satu pintu gerbang keluar dan masuknya barang agar dapat meningkatkan pengawasan dan efektivitas pemeriksaan utamanya hasil perikanan.
“Sebagai pintu gerbang keluar dan masuknya barang, maka bandara meningkatkan pengawasan pemeriksanaan utamanya hasil perikanan,” imbuh Farid Nugraha.