Sunatan Massal, Peduli Keluarga tak Mampu
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Mengisi rangkaian kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46, PT. ASDP Indonesia Ferry menggelar kegiatan sunatan massal.
Syaifullail Maslul, Humas PT. ASDP Indonesia Ferry menyebut, kegiatan sunatan massal merupakan salah satu bentuk Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) yang melibatkan masyarakat terutama di sekitar area pelabuhan penyeberangan Bakauheni. Kegiatan tanggung jawab sosial perusahaan tersebut diakuinya melibatkan anak keluarga tidak mampu di sekitar pelabuhan.
Syaifullail Maslul mengungkapkan, kegiatan sunatan massal menjadi salah satu bentuk kegiatan sosial untuk masyarakat yang ada di sekitar pelabuhan Bakauheni. Kegiatan sunatan massal gratis tersebut rutin digelar setiap tahun.
Melalui program sunatan massal ia berharap anak-anak keluarga tidak mampu mendapat kesempatan untuk disunat atau dikhitan. Kegiatan sunatan masal mengandung nilai keagamaan terutama bagi agama Islam sunat wajib bagi anak laki-laki.

“Selain sebagai kewajiban bagi anak laki-laki kegiatan sunat memberi dampak positif bagi kesehatan terutama bagi anak-anak pada masa perkembangan,” terang Syaifullail Maslul saat dikonfirmasi Cendana News, Rabu (27/3/2019).
Syaifullail Maslul menyebut, kegiatan kepedulian sunat massal merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk berbagi dengan sesama.
Ia menyebut kegiatan tersebut serentak dilakukan di seluruh cabang PT. ASDP Indonesia Ferry yang ada di Indonesia. Ia mengungkapkan, sesuai target diperkirakan sekitar puluhan anak keluarga tidak mampu. Selain itu ia menyebut, kegiatan sunatan massal menjadi bentuk kepedulian serta untuk mendekatkan diri kepada konsumen.
Syaifullail berharap melalui program yang berjalan setiap tahun tersebut bisa membantu meringankan beban kurang mampu. Selain kegiatan tersebut sebelumnya PT. ASDP Indonesia Ferry juga memberikan bantuan melalui kegiatan PKBL bagi sejumlah nelayan terdampak tsunami Selat Sunda.
Bantuan tersebut berupa perahu ketinting sebanyak 4 unit bagi nelayan terdampak tsunami di wilayah pesisir Kecamatan Rajabasa, Lamsel.
Rangkaian kegiatan sosial yang akan digelar selain sunatan massal diantaranya kegiatan pemeriksaan kesehatan, donor darah dari PMI yang akan digelar pada Kamis (28/3). Selanjutnya akan dilakukan kegiatan Employee Gathering yang sekaligus menjadi kegiatan puncak peringatan HUT ASDP Indonesia Ferry ke-46 yang akan digelar di terminal eksekutif atau Anjungan Agung pada Sabtu (30/3).
Jepri (40) salah satu warga Dusun Muara Baru, Desa Bakauheni, Kecamatan Bakauheni, Lamsel menyebut, ia sangat terbantu dengan kegiatan sunatan massal yang digelar oleh PT. ASDP Indonesia Ferry ke-46.
Jepri menyebut sebelumnya ia berencana akan menyunatkan anaknya bernama Rezi saat usia 6 tahun namun adanya tawaran program sunat massal gratis tersebut sang anak yang masih berusia 4 tahun langsung bersedia.
“Sangat terbantu karena anak saya kebetulan bersedia diikutkan pada program sunat massal, ini sekaligus rejeki karena selain disunat anak mendapat bingkisan,” beber Jepri.
Jepri juga berencana mengikuti kegiatan pemeriksaan kesehatan gratis yang dilakukan oleh PT. ASDP Indonesia Ferry cabang Bakauheni. Sebagai salah satu warga Bakauheni yang sehari-hari bekerja sebagai pedagang asongan di wilayah pelabuhan, ia ikut terbantu program sunatan massal tersebut.
Ia menyebut, sumber pendapatan ekonomi yang pas-pasan membuat dirinya merasa ringan karena biaya untuk sunat bisa dialokasikan untuk kebutuhan lain.