Perguruan Tinggi Miliki Peran Penting Cetak Generasi Terampil
Editor: Koko Triarko
MALANG – Wali Kota Malang, Sutiaji, mengatakan, perguruan tinggi memiliki peranan sangat penting dalam mencetak generasi muda yang mahir di bidang keilmuan dan terampil dalam menciptakan peluang usaha. Karenanya, peran perguruan tinggi harus dimaksimalkan.
Diakui Sutiaji, Malang memiliki jumlah pengangguran yang cukup tinggi, karena memang banyak tenaga terampil yang masih menginginkan untuk bisa bekerja di sebuah perusahaan maupun instansi tertentu.

“Untuk itu perguruan tinggi hadir, selain mendidik generasi muda untuk mempunyai kemampuan intelegensi yang baik, tetapi juga harus bisa melatih mahasiswanya agar memiliki keterampilan untuk membuka peluang usaha baru,” ujarnya, usai menghadiri seminar sekaligus peresmian pusat bisnis dan kewirausahaan Universitas Kanjuruhan Malang (UNIKAMA), Rabu (20/3/2019).
Menurutnya, jika dibandingkan daerah lain, kelebihan Kota Malang salah satunya adalah jumlah perguruan tingginya banyak, tapi lokasinya tidak berjauhan dan tidak tercecer. Sehingga sangat terintegrasi antara satu kampus dengan kampus lainnya.
“Kekuatan ini yang harus kita manfaatkan dengan baik. Hadirnya pusat bisnis di masing-masing perguruan tinggi, tentunya sangat membantu untuk memunculkan start up baru, sekaligus mengkonektivitaskan antarstart up di kalangan mahasiswa, agar dapat dioptimalkan, khususnya era industri 4.0,” tuturnya.
Sementara itu, Rektor Unikama, Dr. Pieter Sahertian, M.Si., menyampaikan, dihadirkannya pusat bisnis dan kewirausahaan bertujuan agar muncul start up baru dari kalangan mahasiswa, yang nantinya diharapkan mereka tidak hanya memimpikan untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) maupun pegawai dari perusahaan, tetapi justru bisa menciptakan pekerjaan sendiri yang baru.
“Dengan adanya pusat bisnis inilah, mereka akan dilatih bagaimana strategi manajemen bisnis yang baik. Kemudian mereka juga diberikan pendampingan sampai mereka bisa mandiri, itu tujuannya,” ungkapnya.
Ia menyebut, selain mentor dari dalam Unikama, pihaknya juga melibatkan mentor dari luar untuk melakukan pendampingan, pembinaan, pelatihan, termasuk di dalamnya bagaimana membuat bisnis plan dan cara memasarkan produk.
Menurut Pieter, pada umumnya saat mahasiswa ingin memulai sebuah usaha, mereka dihadapkan pada permasalahan keterbatasan dana.
“Saat ini, kami berpikir bagaimana kita bisa mendukung mereka terkait pendanaan. Setelah nantinya mereka sudah berkembang dan berhasil, mereka baru bisa mengembalikannya ke kampus. Itu yang saat ini kami rancang,” sebutnya.