JAYAPURA – Pemerintah kabupaten (Pemkab) Lanny Jaya, provinsi Papua, memberikan 20 ton beras kepada 1.051 warga dari delapan kampung di distrik Balingga yang kembali dari pengungsiannya pascapenembakan tukang ojek pada awal November 2018.
“Jadi, pada Kamis, kami membawa beras sebanyak 20 ton untuk pengungsi Balingga,” kata Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait, ketika dihubungi dari Kota Jayapura, Papua, Minggu.
Beras sebanyak itu, kata dia, dibawa ke distrik Balingga dari ibu kota Tiom, kabupaten Lanny Jaya dengan menggunakan kendaraan roda empat jenis double cabin.
“Rombongan dipimpin oleh Wakil Bupati Lanny Jaya, Yemis Kogoya dan saya, termasuk Kapolres Lanny Jaya AKBP Murjatmo Edi, menggunakan 57 kendaraan roda empat ke Balingga sekaligus uji coba jalan ke sana,” katanya.
Dia menjelaskan, Balingga selama ini termasuk salah satu distrik yang bisa dikatakan sulit tersentuh, karena kelompok TPN/OPM di bawah pimpinan Porum Okiman Wenda selalu membuat onar dan masalah.
“Mereka (TPN/OPM) ini kan sudah dua kali membakar alat berat (eskavator atau doser) di Balingga untuk pembangunan infrastruktur jalan, termasuk tukang ojek yang ditembak pada November 2018, maka kami uji coba jalan darat pada Kamis (23/3) kurang lebih 8 hingga 9 KM dari Tiom, jalannya belum diaspal,” ujarnya.
Menurut Sekda, beras tersebut akan dibagikan kepada masyarakat delapan kampung dari distrik Balingga yang kembali dari pengungsiannya.
Delapan kampung itu adalah Yalo, Timonikime, Pima, Yamoneri, Balime, Balingga, Binalanggeng dan Towemalo.
“Wakil Bupati Lanny Jaya Yemis Kogoya yang memberikan secara simbolis beras tersebut kepada warga Balingga,” katanya. (Ant)