Sinergi Lintas Sektoral Dorong Bangkitnya Wisata Bahari di Lamsel
Editor: Satmoko Budi Santoso
LAMPUNG – Kerusakan sejumlah destinasi wisata bahari di Kabupaten Lampung Selatan (Lamsel) akibat tsunami 22 Desember 2018 mulai dibenahi.
Didi Khoididi, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Tanjung Tuha menyebut, empat bulan usai tsunami kerusakan fasilitas treking mangrove, musala, jembatan artistik ke pantai mulai dierbaiki.
Ia menyebut kerugian akibat tsunami di destinasi wisata pantai Tanjung Tuha, Bakauheni mencapai puluhan juta.
Meski mengalami kerusakan, Didi Khoididi menyebut, dua spot wisata berupa lokasi pemancingan alami serta pantai Tanjung Tuha Pasir Putih mulai ramai dikunjungi wisatawan. Menyajikan lokasi memancing dan wisata alam pantai, membuat destinasi tersebut mulai bangkit usai tsunami.

Sejumlah infrastruktur penunjang berupa akses jalan, saung, musala, toilet diperbaiki secara swadaya. Dukungan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) berupa bantuan pembangunan treking mangrove sedang dalam proses realisasi.
Bantuan tersebut diakuinya akan membantu untuk pembuatan treking mangrove selebar 1,8 meter dan panjang 700 meter. Selain itu acara memancing dengan sponsor dari sejumlah donatur bisa menjadi sumber pemasukan sehingga Pokdarwis bisa melakukan pengembangan objek wisata Tanjung Tuha usai tsunami.
Dukungan dari Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) juga dilakukan melalui penguatan kelembagaan Pokdarwis.
“Selain swadaya, untuk bangkit usai tsunami, sejumlah pihak juga ikut mendukung pulihnya sektor pariwisata bahari yang terkena langsung tsunami. Sebab daya dorong sektor pariwisata berasal dari semua sektor, bertujuan untuk kesejahteraan pelaku usaha kepariwisataan,” terang Didi Khoididi, Ketua Pokdarwis Tanjung Tuha, saat dikonfirmasi Cendana News, Minggu (24/3/2019).
Dukungan dari pemerintah pusat melalui kementerian, pemerintah daerah melalui Disparbud, diakui Didi Khoididi, secara berkelanjutan masih terus diberikan. Kegiatan kesadartahuan akan potensi bencana di pesisir, trauma healing pelaku usaha wisata, pelatihan tata kelola destinasi pariwisata telah diikuti sepanjang bulan Februari hingga Maret tahun ini.
Ikut sertanya pemerintah dalam mendorong pelaku usaha pariwisata membuat sejumlah Pokdarwis di Lamsel menurut Didi Khoididi terus mendapat dukungan.
Usai kejadian tsunami dengan sepinya kunjungan ke pantai saat ini, diakuinya mulai pulih. Bulan Januari kunjungan ke pantai Tanjung Tuha dipastikan tidak ada karena pantai masih rusak. Namun memasuki bulan Februari hingga Maret pengunjung mulai berkisar puluhan orang.
Ia berharap dalam sebulan saat kondisi normal kunjungan akan pulih pada kisaran ratusan orang untuk menikmati suasana liburan di pantai Tanjung Tuha.
Sinergi lintas sektoral dalam pemulihan, bangkitnya sektor pariwisata bahari di Lamsel, mendapat respon positif dari Drs. Komarudin, Sekretaris Kecamatan Rajabasa.
Ia menyebut wilayah Kecamatan Rajabasa merupakan wilayah terdampak tsunami yang berasal dari erupsi Gunung Anak Krakatau empat bulan silam. Setidaknya ada lebih dari 10 destinasi wisata bahari rusak akibat tsunami termasuk fasilitas. Belum termasuk korban jiwa. Meski demikian peran serta sejumlah pihak telah membantu pemulihan, salah satunya pada sektor pariwisata bahari.

Objek wisata bahari yang terbentang dari wilayah pantai Setigi Heni Desa Canggung hingga pantai Kahay Desa Batu Balak rusak akibat tsunami mulai berbenah. Kerugian mencapai milaran diakuinya terjadi pada aspek Atraksi, Amenitas dan Aksesibilitas (3A) yang meliputi pantai rusak, infrastruktur pendukung sekaligus jalan raya.
Pembenahan secara swadaya telah dilakukan oleh sejumlah pemilik usaha pariwisata sebagian oleh Pokdarwis. Pemerintah diakuinya tidak tinggal diam karena telah melakukan berbagai langkah.
“Penguatan sumber daya manusia yang siap bangkit menjadi daya dorong sektor pariwisata pantai di kecamatan Rajabasa,” beber Komarudin.
Upaya yang dilakukan pemerintah pada bidang infrastruktur disebut Komarudin dilakukan melalui peningkatan jalan lingkar pesisir. Akses jalan di kecamatan Rajabasa diakuinya dari semula selebar 6 meter akan ditambah pada sisi kanan dan kiri masing-masing 1,5 meter atas kesepakatan masyarakat dan pemerintah kecamatan.
Selain itu kerusakan jalan lingkar pesisir yang merupakan jalan provinsi akan dilakukan mendukung aksesibilitas pariwisata.
Meski sejumlah pihak bersinergi pada pengembangan pariwisata usai tsunami, Komarudin berharap tidak meninggalkan kearifan lokal. Semaju apa pun pariwisata di Kecamatan Rajabasa tanpa dukungan kearifan lokal, sumber daya manusia maka tidak akan memberi dampak positif bagi masyarakat.
Setelah sejumlah pelaku usaha pariwisata di antaranya Pokdarwis bangkit ia berharap peningkatan perekonomian bisa terjadi.
Yodistira Nugraha, ketua komunitas Peduli Wisata (Pelita) Lampung mengaku, sinergi antara Pokdarwis, swasta, pemerintah menjadi kunci bangkitnya sektor pariwisata bahari di Lamsel. Penguatan kelembagaan Pokdarwis disebutnya telah dilakukan terhadap sebanyak 28 Pokdarwis yang terdata secara legal.
Hal tersebut bertujuan untuk menguatkan fungsi SDM pada usaha pariwisata yang tidak hanya sekedar mengejar keuntungan (profit oriented) melainkan bisa menjadi pemicu dalam kegiatan positif.
Kegiatan positif sektor pariwisata usai tsunami di antaranya upaya konservasi mangrove, penghijauan kawasan pesisir serta pengurangan sampah. Usai tsunami ia menyebut kesadaran masyarakat menjaga lingkungan untuk tidak membuang sampah di laut semakin tinggi.
Pemanfaatan sampah yang bisa digunakan sebagai aksesoris untuk destinasi pariwisata sekaligus menjadi daya dorong destinasi wisata bahari.
“Usai tsunami semua sampah plastik yang terbawa ke daratan dibersihkan sehingga pantai kembali bersih. Selanjutnya jangan dikotori lagi,” beber Yodistira Nugraha.
Yodistira Nugraha melalui komunitas Pelita bahkan ikut mendukung kegiatan ekonomi pelaku usaha pariwisata di pesisir Rajabasa. Dukungan tersebut diakuinya berupa pemberian modal usaha untuk pemilik warung di dekat destinasi pariwisata.
Membangun fasilitas baru yang menarik wisatawan sekaligus menghidupkan lokasi wisata bahari yang sebelumnya rusak akibat tsunami. Hasilnya masyarakat di sekitar objek wisata pantai mulai berangsur pulih dan bisa kembali berusaha di dekat lokasi pariwisata bahari.