Penanaman Jagung di Parigi Moutong Ditargetkan 8.117 Hektare
PARIGI — Pemerintah Kabupaten (Pemab) Parigi Moutong, Sulawesi Tengah, menargetkan luas tanam jagung di daerah itu tahun 2019 seluas 8.117 hektare.
“Target masih sama seperti tahun 2018. Bertambah luas hamparan biasanya dapat dilihat di pertengahan dan akhir tahun, ” kata Rahma, pejabat Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Parigi Moutong Rahma, di Parigi, Rabu (6/3/2019).
Jagung masih merupakan salah satu komoditas unggulan di kabupaten itu pada subsektor tanaman pangan, selain padi.
Ia menyebut ketersediaan benih sangat berpengaruh terhadap produksi pertanian. Di tingkat petani kebutuhan benih jagung berdasarkan luasan area pertanaman kurang lebih 20 kilogram per hektare.
Hingga kini permintaan benih oleh kelompok tani kepada pemerintah sudah berkisar tiga hingga lima ton sejak 2018.
“Penggunaan benih unggul bersertifikat tentunya sangat berpengaruh terhadap peningkatan produksi dan kualitas,” ungkapnya.
Selain itu, 2017 pemerintah setempat pernah menjalin kerja sama dengan Balai Penelitian Tanaman Pangan (BPTP) Sulteng melibatkan kelompok tani penangkar jagung Desa Pelawa, Kecamatan Parigi Tengah.
Dari uji coba varietas unggul jenis hibrida bima 19 uri, hasil panen perdana mencapai 10 ton jagung pipilan kering di lahan seluas dua hektare.
“Kami ingin kelompok tani yang sudah memiliki pengalaman teknik budi daya benih varietas unggul dapat menularkan ilmunya kepada kelompok tani lainnya guna menciptakan produk unggulan, ” harapnya.
Selama 2018, pemerintah setempat mencatat produksi jagung milik petani di kabupaten itu mencapai 33.287 ton dengan realisasi pertanaman seluas 7.960 hektar dari luas tanam 8.117 hektare.
Produksi itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yang hanya mampu menghasilkan 31.234 ton jagung pipilan kering.
“Kami harap dengan target ini produksi jagung Parigi Moutong tetap positif,” tuturnya. [Ant]