Partai Berkarya Wujudkan Desa Tresono menjadi Desa Mandiri Pangan dan Energi
Editor: Mahadeva
BATANG – Melalui Saung Berkarya, Partai Berkarya mendorong terwujudnya Desa Mandiri Pangan dan Energi. Yaitu, mendorong kemandirian Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di pedesaan.
Untuk mewujudkannya, Siti Hardijanti Rukmana (Tutut Soeharto), yang didampingi Pengelola Saung Berkarya, Sri Wahyudi, menggelar dialog dengan petani di Desa Tresono, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, Minggu (3/2/2019).
Dialog yang dilakukan, membahas pertanian dan peternakan terpadu. Sinergi harmonis langsung tercipta, mereka menimba ilmu dan mengurai masalah. Juga mencari solusi, dari berbagai keluhan tentang pertanian dan peternakan. Putri sulung Presiden Soeharto bertanya kepada petani perihal panen padi. “Bapak-bapak, panen padi bagus nggak,” tanya Tutut Soeharto.
Serempak para petani menjawabnya.” Kurang bagus, Bu, karena banyak hama,” teriak mereka kompak.
Tutut Soeharto menyebut, kedatangannya membawa solusi bagaimana mengembangkan pertanian dan peternakan terpadu untuk masyarakat Batang. Dan hal tersebut bisa diterapkan di Desa Tresno, Batang. Perempuan 70 tahun tersebut mempersilahkan para petani untuk naik ke panggung menyampaikan keluhannya. “Pak Tani-nya mana, siapa yang mau maju, ayo naik sini,” kata Tutut Soeharto dengan ramahnya.
Edy, seorang petani menyampaikan keluhan penurunan hasil panen karena tanamannya diserang tikus. Padahal Dia telah berusaha membasmi, dengan memberi obat. Selain itu, Edy juga mengeluhkan mahalnya harga pupuk. Sementara tanpa pupuk, hasil panen tidak akan maksimal. Oleh karenanya, Edy meminta Partai Berkarya untuk membantu pengadaan pupuk gratis bagi petani Batang. “Tikus sudah ditanggulangi tapi tetap ada. Pupuk juga harganya mahal, dan sulit didapat. Kami mohon disumbangkan pupuknya,” kata Edy.
Petani lain, Suyono, menyampaikan keluhan kalau jagung dan padi yang ditanamnya juga diserang hama wereng, belalang dan tikus. “Tanaman padi dan jagung yang didapat tidak maksimal, karena diserang hama. Saya mohon ada solusi untuk ditangani secara keseluruhan,” ujarnya.

Terhadap keluhan petani di Batang, Tutut Soeharto mendorong para petani agar menimba ilmu kepada Sri Wahyuni, konsultan pertanian dan peternakan terpadu Saung Berkarya. “Ibu Sri ini, ahli pertanian lulusan IPB, yang sudah membuat biogas dan kembangkan pertanian dan peternakan terpadu. Bapak-bapak bisa belajar proses pembuatan biogas,” ujarnya.
Saat ini juga tersedia pupuk organik teknologi nano, hasil riset Saung Berkarya. Urea sebesar satu karung, telah diperkecil menjadi satu botol dengan teknologi nano. Pupuk tersebut akan diberikan kepada masyarakat, agar tanaman bisa lebih subur.
Terkait hama, Sri Wahyuni menyampaikan tips mengusir. Hama wereng dan tikus, adalah wabah akibat menanam padi secara bersamaan. “Jadi kalau satu diserang, semuanya diserang,” ujar Sri.
Solusinya, sebelum menanam padi, sawah harus disemprot dan diberi pupuk. “Kita sudah buat pupuk organik teknologi nano. Satu hektare lahan itu cuma butuh 12 botol. Ini untuk memperkuat batang padi. Hasil panen pun akan bagus, yang tadinya satu hektare 7 ton bisa meningkat 8 sampai 10 ton perpanen,” ungkapnya.
Solusi kedua untuk hindari serangan hama, lahan harus disemprot pestisida. Pestisida bisa dimanfaatkan dari kencing sapi. “Saya sudah bawa contoh, bagaimana mengolah kencing sapi itu bisa jadi pestisida alami. Nah, nanti solusi kedepan petani itu piara sapi, kemudian kencingnya ditampung jadi pestisida alami,” ujarnya.
Kotoran sapinya bisa diproses menjadi biogas yang dapat digunakan untuk penerangan dan memasak. Bahkan, biogas juga bisa dipakai untuk membajak sawah. “Kotoran sapi diproses jadi biogas, ampasnya jadi pupuk dan kencingnya bisa jadi pestisida. Inilah pertanian terpadu, semua bermanfaat, tidak terbuang,” tukasnya.
Solusi ke depan di Batang harus ada salah satu percontohan pertanian dan peternakan terpadu. ” Saya akan sumbangkan satu alat, untuk bagaimana caranya membuat pertanian dan perternakan terpadu,” kata Tutut Soeharto.
Partai Berkarya akan mengirimkan asisten ahli pertanian untuk memberikan pelatihan kepada petani di Batang. Kemudian ada pupuk organik yang dibuat Partai Berkarya. “Mau nggak dibantu?” tanya Tutut Soeharto.
Terkait bantuan tersebut, Tutut Soeharto ,meminta petani Batang untuk menghubungi Calon Legislatif (Caleg) Partai Berkarya. “Kira-kira siapa yg butuh atau daerah mana memerlukan batuan tersebut. Kami Partai Bisa, Inshaallah, berikan bantuan ini untuk wujudkan Desa Tresono menjadi Desa Mandiri Pangan dan Energi,” pungkasnya.