Musim Hujan, Masyarakat Diminta Jaga Kebersihan Lingkungan
Redaktur: ME. Bijo Dirajo
LAMPUNG — Kepala Desa Way Muli Induk Kecamatan Rajabasa, Lampung Selatan (Lamsel), Rohaidi, S.Pd.I mengingatkan masyarakat agar selalu menjaga kebersihan lingkungan. Hal tersebut disampaikan menyusul masuknya musim hujan ke daerah tersebut yang berpotensi terjadinya penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Imbauan tersebut juga ditujukan kepada masyarakat terdampak bencana tsunami Selat Sunda yang saat ini tinggal di hunian sementara.
“Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan sangat mendukung kesehatan warga selama di pengungsian. Saat ini sejumlah posko kesehatan sudah tidak ada, namun jika ada warga yang mengalami gangguan kesehatan bisa datang langsung ke Puskesmas,” terangnya saat berbincang dengan Cendana News, Jumat (29/3/2019).
Rohaidi juga menyebutkan, lokasi Huntara masih berada di dekat perkebunan warga. Ia berharap masyarakat tidak melakukan kegiatan buang air besar sembarangan (BABS) yang bisa mengakibatkan tersebarnya penyakit.
Sosialisasi terhadap kebersihan huntara dan lingkungan tempat tinggal juga dilakukan oleh pihak sekolah. Haeruddin, kepala sekolah SDN 2 Kunjir Kecamatan Rajabasa menyebutkan sebagian pelajar masih tinggal di huntara.
Sebagai sekolah yang ikut terimbas tsunami, ia memastikan pelajarnya diajak untuk menjaga kebersihan lingkungan. Selain itu, bantuan fasilitas toilet untuk sekolah disebut Haeruddin juga membantu siswa menjaga kebersihan.
“Selain sebanyak empat toilet serta kamar mandi fasilitas bak penampungan air yang disalurkan ke kran untuk mencuci tangan juga disiapkan atas bantuan dari para donatur,”beber Haeruddin.
Peristiwa tsunami juga diakui Haeruddin memberi kesadaran baru bagi pelajar untuk tidak membuang sampah di pantai.
Sementara itu, dukungan fasilitas untuk menjaga kebersihan lingkungan juga berada di Desa Kunjir. Solihin, salah satu warga menyebutkan, fasilitas toilet bantuan relawan dibangun di dekat pantai Merak Kunjir.
“Kebersihan usai tsunami tetap menjadi perhatian dengan membuat fasilitas MCK yang sebelumnya rusak akibat tsunami,” beber Solihin.
Selain keberadaan fasilitas toilet untuk mencegah masyarakat melakukan BABS atau open defecation free (ODF) sejumlah tempat sampah disediakan di pantai Merak Kunjir. Tempat sampah yang disediakan menjadi salah satu cara mencegah membuang sampah sembarangan di pantai.
“Usai tsunami sebagian besar pantai kembali bersih setelah sampah yang ada di pesisir terangkat ke daratan dan dimusnahkan dengan cara dibakar,” tambahnya.