Lama Ditutup, Layanan Tabur Puja Tiga Posdaya di Padang Kini Lancar
Editor: Koko Triarko
PADANG – Keputusan Koperasi Serba Usaha (KSU) Dewantara Ranah Minang (Derami) Padang, Sumatra Barat, untuk menghidupkan kembali sejumlah Pos Pemberdayaan Keluarga (Posdaya), mulai menampakkan hasil.
Sekretaris KSU Derami Padang, Latifah, mengatakan sejak 2018 ada tiga Posdaya yang telah dihidupkan atau difungsikan kembali, setelah lama vakum melayani pinjaman modal usaha bagi keluarga kurang mampu yang ada di Kota Padang.
Semula, ketiga Posdaya tersebt ditutup, karena telah membuat kerugian yang besar bagi KSU Derami, akibat tingginya tunggakan kredit.

“Kini dengan telah kita hidupkan kembali, ketiga Posdaya itu syaratnya harus melunasi tunggakannya. Alhamdulillah, sejauh ini telah hampir selesai. Bahkan, dalam melayani pinjaman baru juga terus tumbuh dengan baik,” ujarnya, Sabtu (30/3/2019).
Melihat kondisi demikian, lanjutnya, berarti dengan langkah menghidupkan kembali Posdaya, menunjukkan tren yang positif untuk perkembangan Posdaya.
Buktinya, baru sekitar-tiga dua bulan dihidupkan kembali, pinjaman dari Tabur Puja, anggota mencapai 50 orang lebih. Artinya, tidak salah juga, KSU Derami mengambil langkah tersebut.
“Tentang ditutupnya pinjaman Tabur Puja di beberapa Posdaya itu, sama-sama diketahui, yang namanya berurusan dengan masyarakat kurang mampu, harus dipahami juga. Sehingga tindakan penutupan itu lebih ‘disindirkan’ kepada pengurus Posdayanya, supaya dapat bekerja lebih baik lagi,” katanya.
Latifah mengakum langkah yang diambil oleh KSU Derami dalam menghidupkan kembali Posdaya itu juga butuh perhitungan. Karena Posdaya yang sebelumnya ditutup itu memiliki catatan yang kurang bagus. Pertimbangan utama yang menjadi alasan perlu untuk dihidupkannya kembali ialah mementingkan kebutuhan masyarakat terhadap Tabur Puja.
Dengan telah adanya Posdaya yang dihidupkan kembali, kondisi Posdaya menunjukkan perubahan ke arah yang lebih baik, dalam tata cara pengelolaan Tabur Puja. Sehingga dapat dikatakan, Tabur Puja berjalan lancar.
“Nah, hal semacam ini yang kita harapkan, supaya misi untuk mengentaskan kemiskinan di Padang melalui dukungan Yayasan Damandiri dapat berjalan,” ucapnya.
Selanjutnya, KSU Derami melakukan pemantauan dua kali sebulan ke Posdaya yang dihidupkan kembali itu. Tujuannya memberikan bimbingan, atau semacam mengembalikan kepercayaan diri pengurus Posdaya, setelah layanan Tabur Puja cukup lama ditutup.
Latifah mengaku, peran Tabur Puja dalam perekonomian masyarakat untuk kondisi keluarga kurang mampu cukup nampak. Buktinya, dari ibu rumah tangga yang sibuk mengurus dapur dan keluarganya, kini banyak ibu rumah tangga yang menjadi penguasa.
“Kalau untuk ibu rumah tangga yang beralih jadi pengusaha itu banyak. Ya, meskipun usahanya dalam bentuk usaha rumahan, tapi setidaknya dari tangan ibu rumah tangga itu telah dapat menghasilkan uang yang dapat membantu kebutuhan ekonomi keluarga,” ujarnya.
KSU Derami Padang tidak menampik, bahwa memang banyak masyarakat di Padang yang hidup di bawah garis kemiskinan, terutama di kawasan pantai, dan daerah penghujung Padang. Untuk itu, KSU Derami berkomitmen membantu melalui Tabur Puja.