Karhutla di Nagan Raya Aceh Meluas
BANDA ACEH – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Nagan Raya, Aceh, meluas. Kebakaran di dua gampong (desa) tersebut, telah terjadi dalam dua hari terakhir.
Di lokasi, tercatat ada 10 hektare lahan gambut kering hangus terbakar. “Dari seluas 4,7 hektare yang terjadi di satu gampong, tetapi telah meluas jadi dua desa,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), Teuku Ahmad Dadek, Sabtu (2/3/2019).
Sekira 10 hektare lahan gambut kering yang hangus terbakar tersebut, berada di Gampong Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, dan Dusun Paya Ie Tajam, di Gampong Gunong Reubo, Kecamatan Kuala, Nagan Raya. Meluasnya kebakaran lahan gambut kering diketahui, setelah Pos Pemadam Kebakaran Kuala, menerima laporan dari masyarakat pada Jumat (1/3/2019) siang, yang menyebut telah terjadi kebakaran lahan di dua gampong.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Nagan Raya telah mengerahkan dua unit mobil pemadam kebakaran, dan empat unit mesin pompa air, untuk melakukan pemadaman. Dalam upaya tersebut, BPBD dibantu oleh unsur TNI/Polri, di antaranya Korem Teuku Umar, Batalyon 116/GS, Kodim Nagan Raya, Kompi C Brimob Ujong Fatihah, Polres Nagan Raya, dan Masyarakat setempat. “Dilaporkan Jumat (1/3/2019) malam, sebagian titik api telah dapat dipadamkan. Belum ada korban jiwa, terdampak maupun pengungsi akibat peristiwa ini,” tegas Dadek.
Dandim 0116/Nagan Raya, Letkol Kavaleri Nanak Yuliana, menyebut, seluas 4,7 hektare lahan gambut milik masyarakat di Gampong Kuala Tadu, Kecamatan Tadu Raya, Nagan Raya, masih terbakar pada Jumat (1/3/2019). Kebakaran terjadi terjadi sejak Kamis (28/2/2019) sore. Kebakaran, diduga akibat sisa puntung rokok pemancing yang di buang ke semak belukar. Para pemancing tersebut cukup sering memancing ikan di desa tersebut.
Sejumlah petugas pemadam kebakaran setempat, dibantu TNI/Polri, masyarakat, dan relawan turut membantu memadamkan kobaran api agar tidak menjalar ke lokasi lahan di bagian lain. “Kami masih terus berusaha memadamkan api dengan peralatan seadanya, Alhamdulillah sudah mulai berhasil ditanggulangi,” pungkas Nanak. (Ant)