Hama Sebabkan Penurunan Produksi Padi Petani Lamsel

Editor: Satmoko Budi Santoso

LAMPUNG – Memasuki musim panen pada masa tanam pertama (MT1) atau masa tanam rendengan, petani Kecamatan Penengahan, Lampung Selatan (Lamsel) mengalami penurunan produksi signifikan.

Jumini, pemilik lahan padi varietas Ciherang seluas setengah hektare menyebut, sebagian tanaman padi miliknya rusak. Kerusakan ditandai dengan batang seperti terbakar, tidak berbuah akibat hama lembing dan tikus.

Hama lembing diakuinya menyerang saat padi belum berbuah sehingga membuat batang padi layu, selanjutnya hama tikus menyerang saat padi mulai berbulir.

Kedua jenis hama tersebut menurut Jumini, sudah ditangani dengan proses penggunaan obat kimia, namun serangan hama tidak bisa teratasi. Sebagian petak sawah yang mengalami serangan hama lembing dan tikus secara fisik terlihat daun seperti terbakar dan batang tidak menghasilkan buah.

Imbas dari hama tersebut ia menyebut, hasil produksi padi yang dipanen menurun signifikan. Penurunan hasil terlihat dalam satu petak bisa menghasilkan tiga karung pada masa panen rendengan hanya menghasilkan satu karung.

Produksi gabah kering panen (GKP) yang menurun disebutnya diakibatkan tidak semua rumpun padi berbulir sempurna. Sebagian rumpun padi pada satu petak diakuinya berbuah, sebagian kosong tidak berisi sehingga proses pemotongan batang padi dilakukan dengan proses pemilahan.

Proses pemilahan tersebut dilakukan untuk memudahkan proses perontokan secara manual. Sistem ngasak dengan memilih tanaman padi yang berbulir juga dilakukan untuk memanen padi yang masih bisa dipanen.

“Berbagai upaya untuk mengurangi penurunan produksi saat hama lembing dan tikus telah kami lakukan, namun hasil akhirnya produksi padi yang diperoleh menurun signifikan. Terutama hasil dengan memperhitungkan jumlah karung padi yang diperoleh,” terang Jumini, salah satu petani yang ditemui Cendana News tengah membersihkan padi miliknya, Rabu sore (27/3/2019).

Selain mengalami penurunan produksi secara kuantitas, hasil gabah kering panen miliknya juga sebagian tidak sempurna. Bulir padi yang sebelumnya terkena hama lembing memiliki warna kecoklatan yang berpotensi beras yang dihasilkan memiliki harga jual rendah.

Pada kondisi beras normal dengan padi tidak mengalami serangan hama lembing memiliki warna putih bersih. Ia berencana tidak akan menjual gabah hasil panen miliknya melainkan dijemur, disimpan untuk kebutuhan selama bulan Ramadan hingga hari raya Idul Fitri mendatang.

Penurunan hasil produksi pada lahan setengah hektare disebutnya cukup terlihat dari segi jumlah. Pada kondisi normal tanpa adanya hama yang mengganggu tanaman padi miliknya ia bisa mendapatkan hasil sekitar 50 karung.

Namun pada masa panen kali ini ia menyebut, hanya mendapatkan hasil panen sebanyak 35 karung. Penurunan hasil panen disebutnya hampir merata dialami oleh sejumlah petani di wilayah tersebut yang terkena hama lembing serta tikus.

Petani lain bernama Atin mengungkapkan, hasil panen masa tanam rendengan menurun signifikan. Penurunan gabah kering panen terjadi akibat tanaman padi terkena hama sejak sebelum berbulir hingga mulai menguning.

Atin memperlihatkan sebagian tanaman padi yang rusak tidak bisa dipanen akibat hama lembing dan tikus – Foto: Henk Widi

Ia bahkan menyebut, selain hama lembing, hama yang menyerang di antaranya berupa hama tikus serta burung pipit.

Masa tanam tidak serentak pada masa tanam rendengan diakuinya menjadi salah satu faktor munculnya hama di lahan pertanian milik warga Penengahan tersebut.

Atin menyebut dibandingkan masa tanam ketiga (MT3) sebelumnya hasil produksi padi miliknya menurun drastis. Padahal ia menyebut hasil panen pada masa tanam rendengan direncanakan akan digunakan untuk kebutuhan saat bulan Ramadan serta Hari Raya Idul Fitri.

Akibat serangan hama tersebut ia bahkan urung menjual hasil panen padi miliknya karena jika dijual ia tidak memiliki stok. Selain dipergunakan untuk stok gabah hingga panen selanjutnya, stok gabah disimpan dalam bentuk gabah kering giling (GKG) untuk kebutuhan selama bulan puasa hingga Idul Fitri.

“Hasil panen akan dipergunakan untuk acara pertemuan keluarga yang kerap dilakukan setelah lebaran namun hasil panen menurun,” keluh Atin.

Pada kondisi normal tanpa serangan hama, pada lahan satu hektare ia menyebut, bisa mendapatkan GKP sebanyak 6 ton. Namun akibat serangan hama lembing, tikus dan burung pipit produksi menurun menjadi hanya sekitar 5 ton.

Hasil produksi yang menurun signifikan diakuinya tidak hanya dialami oleh dirinya melainkan oleh sejumlah petani lain. Sejumlah petani dengan tanaman padi varietas Ciherang, IR64 di wilayah tersebut juga merata mengalami penurunan hasil panen.

Petani lain yang memiliki lahan padi terdampak hama lembing, tikus dan burung bahkan memanen padi dengan sistem ani-ani. Sistem ani-ani dilakukan menggunakan pisau khusus untuk memangkas bulir padi dengan meninggalkan batang.

Cara tersebut dilakukan karena dalam satu rumpun padi tidak seluruhnya berbuah akibat sebagian terkena hama lembing, tikus. Cara memanen ani-ani sebagai kegiatan ngasak padi dilakukan agar padi yang masih berada pada batang bisa dirontokkan dalam karung yang dipukul kayu.

Lihat juga...