55 Startup Muda ASEAN Dilatih di Bali

Editor: Satmoko Budi Santoso

BADUNG – Masalah lingkungan menjadi fokus diskusi berbagai pihak. Tak terkecuali para wirausahawan muda. Oleh karenanya, sebanyak 55 startup muda dari berbagai negara di ASEAN mengikuti pelatihan The 2019 YSEALI Impact eXL Regional Workshop yang digelar oleh Konsulat Jenderal Amerika Serikat di Surabaya.

Heather Variava, Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia, menjelaskan, siap menghubungkan wirausaha sosial dan startup inkubator di Bali untuk memotivasi pengusaha muda merespon tantangan lingkungan di Asia Tenggara.

Heather Variava menambahkan, mereka dilatih selama lima hari, para peserta telah belajar dari para ahli  tentang perusahaan-perusahaan ramah lingkungan yang inovatif. Workshop the Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) ini mempertemukan para peserta dan pecinta lingkungan serta pengusaha dari seluruh ASEAN untuk menggabungkan keterampilan dan semangat, mencari solusi bersama.

Heather Variava, Wakil Duta Besar Amerika Serikat di Indonesia – Foto: Sultan Anshori

“Solusi bersama itu, dan komitmen bersama itulah yang membuat Amerika Serikat merasa begitu optimis tentang masa depan kita bersama. Kami sangat percaya bahwa pemuda di Asia Tenggara memimpin jalan menuju masa depan yang lebih cerah untuk diri mereka sendiri, untuk komunitas mereka, untuk negara mereka.

Karena pentingnya ASEAN untuk kawasan Indo-Pasifik dan Amerika Serikat, kami secara signifikan meningkatkan keterlibatan dengan ASEAN dan sekitarnya dalam beberapa tahun terakhir, dipandu oleh prinsip-prinsip saling menguntungkan bagi semua negara,” ucap Heather Variava saat ditemui, Rabu (27/3/2019) malam.

Masih kata Heather Variava, dari data yang ada, hingga saat ini, 2.458 pemimpin muda telah berpartisipasi dalam acara-acara YSEALI di sekitar kawasan ASEAN, termasuk workshop. Selain itu, 1.727 pemuda pernah ke Amerika Serikat melalui program pertukaran akademik dan profesional YSEALI.

Diluncurkan pada 2013, the Young Southeast Asian Leaders Initiative (YSEALI) adalah program pemerintah AS untuk memperkuat pengembangan kepemimpinan dan jejaring di Asia Tenggara.

Melalui berbagai program dan keterlibatan, termasuk pertukaran pendidikan dan budaya AS, pertukaran regional, dan pendanaan awal, YSEALI berupaya membangun kemampuan kepemimpinan kaum muda di kawasan ini, memperkuat ikatan antara Amerika Serikat dan Asia Tenggara, dan membina komunitas ASEAN .

“Nantinya para wirausahawan muda yang menjadi peserta akan diberi modal sebesar 100 US Dollar. Saya harap ini sedikit membantu para pengusaha muda,” imbuhnya.

Sementara itu, Muhammad Aprianto Yanto, selaku penasehat Kementerian Pemuda dan Olahraga yang juga sebagai mentorship menjelaskan, selama 5 hari banyak kolaborasi yang memang bukan profit. Akan tetapi juga lebih bersifat mempekerjakan disabilitas menangani limbah sampai manajemen dan lain-lain.

“Dari acara ini adalah bagaimana para peserta bisa menjalin dot connector. Misalnya dari Malaysia setelah acara ini bisa berkolaborasi membangun bisnis yang besar untuk mewujudkan yang namanya sustainable development goals. Atau tujuan pembangunan berkelanjutan. Itu memang yang digulirkan oleh PBB bekerja sama mewujudkan hal itu. Permasalahan khusus di bidang ekonomi,” katanya.

Muhammad Aprianto Yanto menambahkan, aspek ekonomi kreatif yang ada, kendala yang paling dihadapi oleh mereka. Juga masalah model bisnis. Kemudian kedua adalah masalah financial structure atau struktur finansialnya.

Lihat juga...